Ini Pandangan Mahasiswa tentang Gerakan Karismatik Katolik

Sering Dianggap Bagian dari Aliran Agama Kristen Karena Tata Cara Doa dan Nyanyian yang Penuh Semangat

0 757

Yogyakarta–Gerakan Karismatik hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan umat katolik. Karismatik dianggap bukan bagian dari ajaran Gereja Katolik, karena tata cara doa yang terlihat asing atau berbeda dari kegiatan doa yang dilakukan orang-orang Katolik dalam misa atau perayaan Ekaristi pada umumnya.

Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta Alexandra Cynthia Ekaristi mengatakan ia merasa sangat tidak nyaman terhadap tata cara doa karismatik.

“Biasanya jika misa di Gereja Katolik lebih pelan, lebih kusyuk. Tapi karismatik lebih ke senang-senang kayak gitu, teriak-teriak. Aku kurang nyaman,” ujar Alexandra.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Lukas Indra, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Ia mengatakan doa dan pujian kepada Tuhan sebenarnya hanya perlu dilakukan dengan pelan dan lembut.

“Bagi saya, Katolik kalem saja. Tidak perlu teriak-teriak, karena Tuhan juga pasti mendengar,” ujar Lukas.

Karismatik sering dianggap bagian dari aliran agama Kristen karena tata cara doa dan nyanyian yang dilakukan dengan penuh semangat.  Hal ini diungkapkan mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta Agata Wahyu Dahlia Pratama.

“Karismatik memang ajaran agama Katolik tapi dia memiliki tata cara yang berbeda dalam melakukan proses ibadahnya, yang lebih condong ke arah kekristenan,” ujar Agata.

Inisiatornya Mahasiswa

Faktanya, karismatik adalah bagian dari Gereja Katolik yang telah ada sejak 1967. Berawal dari 19 mahasiswa Universitas Duken  En Alber Amerika Serikat yang merasa perihatin terhadap Gereja Katolik yang tidak mengalami perubahan liturgi setelah Konsili Vatikan pada 1965.

Para mahasiswa memohon rahmat kekuatan dari roh kudus dan melakukan kegiatan doa-doa pujian selama satu tahun. Pada 19 Febuari 1967, setelah melakukan doa pujian, mereka merasa dipenuhi oleh roh kudus.

Para mahasiswa merasakan sensasi yang berbeda-beda. Ada yang merasakan hawa panas, dingin, sejuk, damai, seperti telah diperbaharui dan memperoleh kekuatan penuh.

Tak lama setelah itu, gerakan-gerakan penginjilan dan pendalaman Kitab Suci mulai banyak bermunculan. Gerakan yang hanya berlangsung di Universitas Duken En Alber Amerika Serikat, kemudian semakin melebar ke universitas lain, hingga ke negara Filipina, India, dan Indonesia.

People of Joy

Romo Gabriel Notobudyo, Pr, comoderator Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK) Keuskupan Agung Semarang mengatakan kegiatan penginjilan dan pendalaman Kitab Suci sebenarnya merupakan hal yang wajib dan telah ditekankan oleh Konsili Vatikan.

“Konsili Vatikan sudah menganjurkan orang Katolik harus membaca Kitab Suci dan mewartakan Injil. Namun tidak ada yang melaksanakan, maka pembaruan karismatik itu tergerak,” ucap Romo Noto.

Rm Gabriel Notobudyo, Pr mengatakan bahwa Karismatik Katolik merupakan bentuk pembaruan dari ajaran agama Katolik yang mengajarkan tentang bagaimana menjadi umat yang penuh sukacita (people of joy) dalam melakukan pujian, doa, pelayanan, dan kegiatan lainnya dalam gereja katolik.

Maksud dari people of joy atau menjadi umat yang penuh suka cita dalam Karismatik Katolik merujuk pada kegiatan pembaruan atau peningkatan semangat dan iman para umat katolik, dalam melakukan pelayanan di dalam gereja.

“Karena banyak umat Katolik, khususnya anak muda yang di dalam Gereja tidak penuh suka cita, maka dari itu diperbarui imannya,” kata Romo Noto.

Romo Gabriel Notobudyo, Pr, comoderator Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK) Keuskupan Agung Semarang (Foto Cynthia W)

Didukung Paus

Karismatik Katolik juga sangat didukung sejak awal oleh Paus Yohanes II hingga Paus Fransiskus. Karismatik Katolik dianggap sebagai karunia roh kudus untuk gereja dan jantung gereja katolik oleh Paus Yohanes II pada 1983.

Romo Gabriel Notobudyo, Pr, mengatakan Paus Yohanes Paulus II meminta para imam harus mendukung Pembaruan Karismatik Katolik dan penginjilan.

“Waktu tahun 1984, saya ke Roma, Paus mengatakan Karismatik Katolik harus menjadi jantung gereja. Jadilah jantung gereja,” kata Romo Noto.

Cara Memuji dan Memuliakan Tuhan

Yosef Aldi, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang pernah mengikuti komunitas Karismatik Katolik mengatakan karismatik marupakan bagian dari Gereja Katolik Roma yang melakukan doa dan bernyanyi dengan lagu-lagu yang berbeda atau tidak sama seperti ibadah di gereja pada umumnya.

Tata cara doa dan nyanyian yang dilakukan memang berbeda. Banyak orang berpendapat bahwa Karismatik Katolik merupakan hal yang menyimpang atau bukan bagian dari ajaran dan Gereja Katolik.

Jika dilihat lebih mendalam, tata cara doa dan pujian yang dilakukan merupakan bentuk lain dari keyakinan dan kepercayaan seseorang yang ingin ditunjukkan kepada Tuhan.

Hal ini dikatakan oleh Brigita Dina Febriani, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang awalnya menganggap karismatik sebagai ajaran yang menyimpang. Namun setelah mengikuti kegiatan doa karismatik, ia merasa bahwa hal tersebut tidak menyimpang atau negatif.

“Setiap orang punya cara sendiri untuk memuji dan memuliakan Tuhan dengan cara yang mereka anggap berkharisma,” kata Dina.***

Laporan Cyntia William, Yogyakarta

Yohanes Widodo alias masboi. Guru jurnalisme di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Ayah dua puteri: Anjelie dan Anjani. Bisa dihubungi melalui fb.com/masboi, Twitter @masboi, atau IG @idmasboi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.