Humor Romo Busyet: “Hampir Jadi Uskup”

KALAU NGGAK LUCU NGGAK USAH KETAWA!!!

0 1,025

Katolikana.com – Humor Romo Busyet, #lucu2. Sssttt Romo Busyet “Hampir jadi Uskup.” Simak terus cerita Humor Romo Busyet di Katolikana.com, minimal satu minggu sekali (kalau Romonya nggak pergi ke kampung pedalaman haa…).Selamat tertawa ya, kalau lucu!!

 

“Buah duku buah kedondong, mbok jangan gitu dong.”

Maksud hati ingin memeluk gunung, tapi apadaya tangan tak sampai. Mungkin pepatah ini menggambarkan situasi batin saya. Pernah suatu ketika saya menyampaikan mazmur keluhan saya kepada Bapak Uskup Ketapang soal perutusan baru saya sebagai Rektor Seminari. Maksud saya ingin curhat seperti seorang anak curhat kepada bapaknya,

“Bapak Uskup, tugas di seminari itu ternyata sulit, ribet dan tidak seperti yang saya bayangkan. Saya harus menjadi teladan, tepat waktu, semua teratur makan-minum, tidur, pergi pun terbatas. Anak-anaknya agak susah diatur, kebiasan belajar kurang, agak bar bar tidak mengenal pola hidup teratur. Kondisi keuangan seminari juga tidak bagus, bangunannya mulai rusak, kayu dan cat sudah keropos. Pokoknya berat rasanya. Rasanya saya tidak mampu dengan situasi seperti ini. Intinya saya masih ragu dengan tugas saya ini, saya pengin pindah paroki saja.”

“Lha ya memang demikian adanya. Soal kondisi seminari sudah hampir tiga puluh tahun belum direhab, fasilitas seminari juga terbatas dan model pendampingan, pedoman dan tata kelola seminari belum ada pola. Justru romo sebagai rektor dan staf lain di seminari harus kreatif mencari cara dan terobosan baru untuk pendampingan di seminari ini”

“Rasanya berat sekali ya mendampingi seminaris di sini, saya harus panjang sabar kasih setianya, mempunyai cara yang baik dan tepat untuk pendampingan di sini.”

Sambil duduk di samping saya monsinyur menepuk pundak saya;

“Lha piye, romo saja yang jadi Uskup, saya yang jadi rektor seminari gimana?”
“@#$%&+-&%$#%&-+&%$ artinya Omaigaaaaat bisa-bisa modar gasik (mati lebih cepat) iki

Mendengar jawaban monsinyur serasa meninggal mulut saya, lalu saya katakan:

“Iya monsinyur, saya siap jadi rektor seminari. Doakan saya (moga-moga) jadi rektor yang baik, saya akan terus berusaha sambil belajar.”

Selama perjalanan pulang dari keuskupan sampai seminari terngiang di benak saya, “Ada ya uskup badannya pendek dan seneng melawak?” (ini sekedar halu)

Sepulang dari curhat dengan bapak uskup badan saya demam, perut mules dan kepala pusing…..semua baik baik saja.

Meh sambat kalih sinten menawi mekaten…… merana uripku….ooooaaaa ooooeee” (#nyanyi) (Mau mengeluh kepada siapa kalau begini….Oooaaa oooeee).

Romo yang suka humor, tinggal di Kalimantan Barat

Leave A Reply

Your email address will not be published.