Tetap Bugar di Rumah Saja Selama Pandemi

Makanan Apapun Tidak Membuat Gendut

0 185

Katolikana.com—Pandemi COVID-19 dapat dan menyebabkan pola hidup berantakan dan membuat kita kurang bergerak karena segala aktivitas harus dilakukan di dalam rumah. Karena itu kita tetap harus menjaga kebugaran tubuh.

Dokter di RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah, Evan Elian mengungkapkan masih ada pemahaman yang salah dalam masyarakat tentang kebugaran.

Misalnya, mereka menganggap suplementasi dapat menggantikan kebugaran. Lalu, vitamin dapat menggantikan kebutuhan tubuh, menggantikan makan bahkan menggantikan aktivitas seperti olahraga dan aktivitas fisik lainnya.

“Kebugaran dalam arti aktivitas fisik berarti seberapa kuat fisik Anda untuk menghadapi paparan atau aktivitas yang Anda hadapi.”

Hal ini diungkapkan Evan Elian dalam LiveTalkshow #KatolikanaMuda berjudul “Tetap Bugar di Rumah Saja Selama Pandemi”, Minggu, (7/3/2021), dipandu oleh Vanessa Salvathea dan Filma Dewi.

Fitness Enthusiast Yuliani Tamara sebagai narasumber kedua mengatakan kebugaran adalah suatu hal di mana kita bisa melakukan aktivitas sehari-hari di atas rata-rata.

“Jadi kita punya kemampuan yang lebih mumpuni, mungkin lebih memadai untuk kita bisa beraktivitas dengan lebih baik,” ujarnya.

Agar Tetap Bugar

Bagaimana cara menjaga kebugaran walaupun kita hanya beraktivitas di rumah saja?

Evan menyarankan untuk menjadwalkan diri untuk membuat aktivitas fisik, seperti olahraga di rumah.

“Aktivitas fisik olahraga ini tentunya harus dijadwalkan secara konsisten. Misal, kalau saya pribadi saya menjadwalkan diri seminggu cukup empat kali,” ungkapnya.

“Kedua, dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Salah satunya, makanan yang kita olah sendiri,” tambah Evan.

Evan Ellian mengajak masyarakat untuk tidak takut pergi ke rumah sakit untuk konsultasi ke dokter atau kontrol rutin. Dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan yang tepat, seperti 3M.

Yuliani Tamara memberi beberapa tips untuk menjaga kebugaran selama di rumah saja.

  1. Menerapkan pola makan yang seimbang, yaitu pola makan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna.
  2. Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan minum air putih sebanyak 2,5 liter – 3 liter per harinya.
  3. Tidur yang cukup selama kurang lebih 7-9 jam.
  4. Mencukupi kebutuhan mineral dan vitamin dengan mengkonsumsi suplemen-suplemen tambahan.

Atur Waktu dan Konsisten Olahraga

Tamara dan Evan menekankan pentingnya pengaturan waktu untuk berolahraga. Dengan pembagian waktu yang berimbang antara jam istirahat dengan jam olahraga dan aktivitas, maka akan diperoleh kebugaran yang maksimal.

Tamara mengajak untuk memprioritaskan tidur itu tujuh sampai dengan delapan jam sehari.

“Sesudah menentukan waktu untuk tidur, selanjutnya membagi waktu untuk olahraga dan aktivitas. Setelah dikurangi delapan jam, sisa waktu seseorang dalam sehari tinggal 16 jam,” kata Tamara.

“Atur sisa waktu tersebut sesuai preferensi aktivitas masing-masing. Prioritaskan untuk aktivitas yang benar-benar penting, seperti mengerjakan tugas, istirahat, rekreasi dan olahraga,” tambahnya.

Evan memaparkan soal pentingnya konsistensi dalam olahraga agar membuahkan kebugaran yang maksimal.

“Orang yang rutin olahraga itu jika dibandingkan dengan orang yang jarang olahraga, yang rutin olahraga memiliki kekebalan tubuh yang lebih sistematis dan lebih teratur,” ujar Evan.

Agar memiliki konsistensi olahraga, perlu menanamkan mindset bahwa olahraga adalah hal yang diperlukan tubuh.

“Jangan biasakan olahraga untuk ‘menghukum diri’ karena sudah makan sangat banyak misalnya,” kata Evan.

Evan mengibaratkan tubuh seperti mobil yang rutin untuk dipakai dan dipanaskan mesinnya.

“Tubuh yang sudah biasa olahraga pasti lebih kuat untuk beraktivitas sehari-hari. Tidak seperti mobil yang hanya dipakai sesudah diisi bensin, yang mesinnya rentan rusak karena jarang dipanasi.’ .

Bagaimana menghadapi rasa bosan saat olahraga? “Fokus saja pada tujuan olahraganya. Jadikan olahraga sebagai rutinitas dan sesuatu yang menyenangkan, maka prosesnya tidak akan terasa membosankan,” ujar Tamara.

Vanessa dan Filma, host Talkshow #KatolikanaMuda

Makanan Apa pun Tidak Membuat Gendut

Selama ini kita mendengar makanan yang berlemak atau digoreng membuat berat badan kita bertambah. Begitu juga dengan makan martabak di malam hari. Kenyataanya tidak ada makanan yang jahat.

Menurut Tamara, makanan akan menjadi jahat ketika kita mengkonsumsi dengan porsi berlebih dan tidak diimbangi aktivitas fisik memadai, seperti olahraga.

“Tidak ada makanan yang buruk atau baik,” ungkap Tamara sambil membandingkan kalori antara apel dan martabak, di mana martabak sudah pasti memiliki kalori yang lebih tinggi.

Hidup sehat memerlukan keseimbangan antara fisik dengan mental. Hidup senang bisa dipengaruhi oleh makanan. Tidak mungkin kita makan makanan yang tawar secara berkepanjangan.

“Untuk hidup seimbang kita perlu makanan yang membuat senang, happy, seperti martabak, ice cream,” ujar Tamara.

Selain itu, kita juga perlu memberikan batasan agar makanan yang dikonsumsi tidak menjadi jahat untuk tubuh kita.

Tidak ada istilah dosa malam. Seringkali orang menganggap makan malam merupakan hal yang salah. Menjadi salah ketika kita tidak menyeimbangi antara aktivitas dengan makanan.

Pola Makan untuk Diet

Berbicara pola makan untuk diet, perlu adanya pemahaman terhadap tubuh sendiri, seperti mengenali kondisi tubuh apakah memiliki keluhan penyakit, dan sebagainya.

“Jangan membuat diet seperti lubang baru dengan kondisi tubuh sendiri,” ujar Evan.

Diet akan berbahaya jika kita tidak bisa mengevaluasi tubuh sendiri. Karena apa pun jenis atau bentuk diet, kalau tidak menyesuaikan dengan tubuh akan membahayakan diri sendiri. Lakukan konsultasi dengan para ahli untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Jangan sampai program diet membuat kita semakin stres. Berat badan turun, namun mendapat tekanan akibat tidak menikmati proses diet yang dilakukan.

Menggunakan produk seperti teh herbal, obat pelangsing, gel pelangsing bukanlah alternatif yang baik.

“Jangan buang-buang uang kalian untuk hal-hal yang gak perlu,” pesan Tamara.

Belajar dari Tamara

Tamara membagikan kisahnya dalam menjalani program diet. Ia pernah mengalami hepatitis akibat program diet yang ekstrem.

“Makan sedikit-dikitnya, pagi makan dua keping biskuit dan minum susu dan buah jeruk, makan terakhir pada pukul tiga sore,” ungkap Tamara.

Tamara ketika itu melakukan diet ekstrim. Diet ini menyebabkan tubuh akan langsung mengalami penurunan kinerja dan gangguan metabolisme.

“Suatu pagi badan merah semua, muncul bintik-bintik merah, bahkan bola mata juga merah, badan panas. Bahkan, haid juga sempat berhenti akibat diet,” papar Tamara.

Tentu kita boleh diet, memiliki motivasi, namun perlu juga untuk menemukan pola diet yang sesuai dengan tubuh kita. Mencintai diri sendiri tanpa menyiksa.

Bugar Itu Pilihan, Cerdas Itu Harus

Berkaitan dengan pola makan atau diet, Evan menegaskan seseorang harus peka dan cerdas dalam memilah informasi.

Banyak yang menganggap suplemen adalah faktor utama yang memengaruhi keberhasilan diet. Tak jarang pula banyak yang mengkonsumsi obat pelangsing instan.

Pola hidup sehat dan olahraga merupakan hal yang wajib dilakukan bila seseorang ingin mendapatkan tubuh yang bugar.

Ibarat sedang membangun rumah, tubuh memerlukan beberapa komponen untuk dapat membentuk tubuh yang bugar. Takaran yang pas untuk setiap komponen akan membuat tubuh terasa bugar dan sehat.

Konsumsi suplemen atau produk tertentu secara berlebihan juga tidak baik. Apalagi untuk mereka yang mengalami gangguan pencernaan bahwa riwayat sakit sebelumnya.

Hubungan kita dengan makanan harus dijaga dengan baik. Tubuh akan selalu memberi peringatan jika pola makan dan hidup kita tidak benar.

Menurut Tamara, bila kita tidak mengkonsumsi sesuatu yang sehat atau bahkan sering makan di bawah kebutuhan kalori harian, kita harus segera berhenti dan beralih ke pola hidup yang lebih sehat.

Cerdas dalam menjalani diet dan pola hidup sehat dapat membantu seseorang untuk lebih mengenal tubuhnya sendiri. Menjalaninya pun menjadi lebih menyenangkan.[]

Kontributor: Filma Dewi Lukito, Vanessa Salvathea, Maria Grace Evanda, Yudha Setya Nugraha (mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta)

 

 

 

 

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.