Asal Usul Kelinci dan Telur Paskah dari Imigran Jerman ke Amerika Abad 17

Bagaimana telur Paskah menjadi tradisi agama Katolik?

0 61

Katolikna.com- Bagaimana ingatan Anda saat kanak-kanak tentang Paskah? Apakah Anda mengingat saat-saat beramai-ramai mencari telur paskah dan mengecatnya dengan warna-warni pastel yang ceria? Atau mungkin Anda mengingat si Kelinci Paskah yang hampir selalu diasosiasikan dengan Paskah?

Padahal, mengenai telur dan kelinci paskah ini sama sekali tidak pernah disebutkan di Alkitab. Sebenarnya apa sih ya yang mendasari tradisi Paskah seperti ini? Yuk, kita cari tahu.

Menurut laman AccordingtoHistory.com, tradisi menghias telur Paskah dimulai sejak abad ke 13. Saat itu orang-orang Kristen melakukan pantang makan telur, yang kemudian baru boleh dikonsumsi pada saat Hari Paskah.

Tradisi ini dibawa oleh imigran-imigran Jerman ke Amerika Serikat pada abad 17. Menurut legenda ini, kelinci Paskah tidak melahirkan anaknya, namun secara ajaib bertelur dengan aneka warna. Mirip dengan legenda Sinterklas dan rusa terbangnya, anak-anak pun kadang menyiapkan sarang dan wortel bagi kelinci Paskah agar mereka mau mampir dan menaruh telurnya.

Fakta Menarik:

  • Telur Paskah terbesar yang pernah dibuat memiliki tinggi 25 kaki dan berberat sekitar
  • 4000 kg, telur Paskah ini terbuat dari cokelat dan marshmallow dan disokong oleh rangka baja di dalamnya.

Dari perspektif Kristiani, telur melambangkan kehidupan baru, yang mewakili kebangkitan Tuhan Yesus dari wafat-Nya. Dan kelinci melambangkan kesuburan yang bisa juga berarti harapan baru akan kehidupan.

Salah satu kegiatan terpopuler di belahan negara Amerika Serikat selain mengumpulkan telur paskah adalah lomba menggulingkan telur Paskah. Tradisi ini dimulai pertama kali di Gedung Putih pada masa kepemimpinan Rutherford B. Hayes sebagai presidennya pada tahun 1878. Dalam lomba ini, anak-anak mendorong-dorong telur yang sudah direbus dan dihias-hias sepanjang lapangan rumput Gedung Putih. Sampai saat ini tradisi ini masih berlangsung.

 

Anak-anak mencari telur Paskah. (Foto: Heglein and Steets/gettyimages)

Di Indonesia, tradisi menggulingkan telur tidak ada, walaupun tradisi menghias dan mencari telur Paskah sangat populer. Tradisi telur Paskah ini sebenarnya dimulai dari festival pagan untuk menyambut musim semi yang kemudian diadaptasi oleh Katolik menjadi tradisi agama Katolik.

Sudahkah Anda menyiapkan telur-telur rebus untuk dihias bersama anak Anda? Di luar dari asal-muasalnya yang ternyata berasal dari tradisi pagan, kegiatan menghias telur Paskah selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Tidak menjadi masalah, selama kita tidak melupakan hakikat terpenting dari perayaan Paskah, yaitu kebangkitan Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat manusia.

Edito: Basilius Triharyanto

Kontributor Katolikana.com di Jakarta. Penulis freelance dan ibu rumah tangga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.