Opening Ceremony HUT 1 Abad Paroki GMA Klaten Disambut Meriah

Berawal dari karya misioner Rm. Van Lith, SJ pada 1909.

1 624

Katolikana.com—Gereja Paroki St.Maria Assumpta Klaten pada tahun 2023 merayakan HUT paroki ke-100. Perayaan dilakukan secara bertahap dengan opening ceremony pada 30 April 2023 hingga closing HUT satu abad pada September 2023.

Acara opening ceremony dilakukan dengan meriah di gedung gereja, Jalan Andalas Klaten, Minggu (30/4/2023).

Acara ini dihadiri perwakilan umat Gereja Paroki St. Maria Assumpta Klaten (GMA) dari setiap lingkungan serta perwakilan Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH) seluruh paroki di Kabupaten Klaten.

Acara juga disiarkan melalui channel YouTube Komsos GMA Klaten.

Iring-iringan umat. Foto: Istimewa

Acara diawali oleh persembahan tari kreasi Nusantara Mandala Sena. Dari awal acara, suasana dibangun meriah dengan paduan backsound hingga lighting.

Setelah itu dilanjutkan dengan kehadiran iring-iringan seluruh wilayah ke dalam gereja.

Secara bergantian seluruh wilayah dipanggil oleh pembawa acara. Umat memasuki gereja dengan atribut beranekaragam, mulai dari pakaian batik hingga pakaian adat.

Antusias umat juga terlihat dari persiapan mereka membawa bendera untuk memeriahkan acara.
Ketika umat dari wilayah masuk juga diiringi oleh yel-yel dari setiap wilayah.

Setelah seluruh wilayah telah memasuki gereja, iring-iringan ditutup dengan iringan DPPH Paroki St. Maria Assumpta Klaten.

Penyalaan obor. Foto: Istimewa

Obor Estafet

Rangkaian selanjutnya adalah penyalaan simbol obor estafet dari Aloysius Mardi kepada Yohanes Widi, lalu diserahkan kepada Lukas sebagai wakil ketua dua.

Setelah itu, Lukas menyalakan obor utama dengan obor tersebut.
Setelah obor utama menyala, tampil pertunjukan Tari Ledek Tembayatan.

Tarian ini dibawakan oleh personil wanita dengan pakaian adat lengkap dengan selendang putih atribut tarian. Tarian diiringi musik gamelan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Doa pembuka dibawakan oleh Rm. Andreas Krishna Gunawan, Pr. Dalam doa, permohonan seiring bertambahnya usia umat semakin mampu mewujudkan iman yang teguh dan karya penuh demi Indonesia damai.

Setelah doa pembuka, seluruh umat dan tamu undangan berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Paroki Santa Maria Assumpta Klaten.

Nyanyian dipimpin oleh empat orang petugas yang maju ke depan memimpin umat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Paroki.

Misi Romo Van Lith

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video sejarah tumbuh dan berkembangnya Paroki Santa Maria Assumpta Klaten.

Berawal dari karya misioner Rm. Van Lith, SJ. pada 1909 dengan karya benih awal gereja pribumi di Klaten hingga Paroki Santa Maria Assumpta Klaten dapat mengadakan acara opening ceremony HUT satu abad GMA.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Rm. Gregorius Kriswanta,Pr. Rm. Kris membagi sambutan dengan sapaan, sejarah, sisi spiritualitas.

Ornamen 100 tahun. Foto: Istimewa

Pembukaan Icon

Icon yang sebelumnya ditutupi kain lalu dibuka oleh Rm. Kris, Rm. Krishna, Alex, dan Lukas.

Setelah kain penutup dibuka, terlihat empat setengah lingkaran yang saling simetris yang berputar membuat empat sudut pandang terlihat logo ceremony HUT satu abad GMA.

Pembawa acara menjelaskan salah satu makna dari icon HUT adalah segala impian seluruh umat dari paroki St. Maria Assumpta akan berada pada genggaman dan tidak hanya menjadi khayalan namun menjadi kenyataan. Dengan perayaan satu abad ini, seluruh umat di paroki semakin maju dan semakin berkembang.

Ketua panitia HUT satu abad Paroki GMA Klaten Alex memaparkan rangkaian acara yang akan diselenggarakan pada bulan Mei hingga September 2023.

Alex menegaskan kembali bahwa partisipasi umat sangatlah penting dalam mensukseskan rangkaian acara HUT satu abad Paroki GMA Klaten.

Drama Monolog

Acara opening ceremony ditutup dengan penampilan drama monolog oleh beberapa tokoh perwatakan.

Terdapat empat pemeran yang berperan sebagai narator, laki-laki dengan sudut pandang rakyat kalangan bawah, wanita dengan sudut pandang masyarakat dalam kondisi pandemi, hingga pejabat publik yang mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan jabatannya.

Setelah drama berakhir, seluruh umat dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan di luar gereja.

Umat bercengkrama satu sama lain sambil menikmati hidangan. Setelah beberapa saat, satu persatu umat pergi meninggalkan gereja. (*)

Kontributor : Kristian Pandu Nugraha, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

1 Comment
  1. Yohanes Sugiharto says

    Gereja saya,, mantapp

Leave A Reply

Your email address will not be published.