Tantangan Pendidikan Politik Bagi Kaum Muda

Menggalang Kesadaran dan Keterlibatan Masyarakat untuk Membentuk Masa Depan Berkualitas

0 1,477
Gregorius Cristison Bertholomeus

Oleh Gregorius Cristison Bertholomeus, S.H., M.H (Direktur Seni Dan Olahraga Vox Point, Indonesia-Sikka)

Katolikana.com—Dalam konteks panggung politik yang terus berkembang di Indonesia, pemahaman mendalam tentang proses politik dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari menjadi sangat penting bagi masyarakat.

Pendidikan politik memainkan peran sentral dalam membentuk masyarakat yang tidak hanya memiliki pemikiran kritis, tetapi juga berkomitmen pada kesejahteraan bersama.

Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami perkembangan demokrasi yang signifikan sejak reformasi pada tahun 1998, namun tantangan dan dinamika politik masih menjadi kenyataan, dan inilah sebabnya mengapa pendidikan politik semakin menjadi kebutuhan mendesak.

Data menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Indonesia belum mencapai potensi penuhnya. Meskipun terjadi peningkatan seiring berjalannya waktu, masih ada sebagian besar masyarakat yang belum terlibat secara aktif dalam proses pemilihan umum. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum menjadi salah satu tujuan utama pendidikan politik di Indonesia.

Survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan bahwa pemahaman masyarakat tentang isu-isu politik dan peran lembaga-lembaga politik masih rendah. Banyak responden yang belum sepenuhnya memahami fungsi lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Oleh karena itu, pendidikan politik di Indonesia perlu lebih fokus pada meningkatkan pemahaman terkait struktur dan fungsi lembaga-lembaga tersebut agar masyarakat dapat berpartisipasi secara efektif dalam proses politik.

Selain itu, pentingnya pendidikan politik di Indonesia juga tercermin dalam dampaknya terhadap stabilitas sosial. Beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan konflik sosial yang muncul akibat perbedaan politik. Pendekatan pendidikan politik yang holistik dapat membantu masyarakat mengelola perbedaan dengan bijaksana, menghindari konflik yang tidak perlu, dan membangun fondasi yang kokoh untuk stabilitas nasional.

Fungsi Pendidikan Politik

Terdapat tiga misi dan fungsi utama dalam pendidikan politik. Pertama, pendidikan politik memiliki peran utama dalam merevitalisasi pemahaman tentang politik. Lebih dari sekadar memberikan informasi tentang jumlah kursi di badan legislatif, pendidikan politik bertujuan memberikan pemahaman dan kesadaran kepada peserta didik serta masyarakat umum. Fokusnya adalah pada pemahaman tentang pembagian kekuasaan, dinamika pertarungan kekuasaan, serta bagaimana kekuasaan digunakan oleh wakil rakyat dan untuk kepentingan siapa.

Kedua, fungsi pendidikan politik melibatkan pendidikan emosi politik. Ini tidak hanya sekadar menyampaikan fakta politik, melainkan mencakup pemahaman tentang bagaimana emosi dapat memengaruhi pandangan dan keputusan politik. Pendidikan emosi politik membantu peserta didik dalam mengelola emosi mereka dengan bijak, memastikan bahwa keputusan politik yang diambil didasarkan pada pertimbangan rasional dan nalar.

Ketiga, pendidikan politik memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan melek politik atau kesadaran politik. Fokusnya adalah pada pemahaman mendalam tentang isu-isu politik, kebijakan, dan dampaknya terhadap masyarakat. Melalui pengembangan melek politik, peserta didik dan masyarakat umum dapat menjadi warga negara yang aktif, terinformasi, dan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap hak serta kewajiban dalam proses demokrasi.

Pendidikan politik, dengan demikian, tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi, tetapi juga mencakup aspek-aspek emosional dan kognitif. Pendidikan politik bertujuan menciptakan individu dan masyarakat yang tidak hanya paham secara intelektual tentang politik, tetapi juga mampu merespons, berpartisipasi, dan membentuk pandangan politik yang matang dan berkeadilan.

Peran Penting Pendidikan Politik

Dengan meningkatnya kedewasaan politik, konflik perbedaan pilihan politik antara pro dan kontra dapat dihadapi tanpa menimbulkan gesekan atau kegaduhan politik yang dianggap tidak perlu. Pendidikan politik memberikan wawasan kepada masyarakat untuk mengenali dan memahami keragaman nilai sosial politik yang dianut oleh individu maupun kelompok (komunitas).

Pendidikan politik menjadi kunci untuk membangun keterlibatan kaum muda dalam diskusi politik dengan berbagai pihak. Melalui pemahaman yang diperoleh, masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam dialog politik, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertukaran ide dan pandangan.

Pendidikan politik tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memiliki dampak signifikan dalam menumbuhkan kemampuan seseorang untuk memengaruhi masyarakat. Dengan pengetahuan politik, seseorang menjadi lebih mampu memberikan pengaruh terhadap isu-isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, membantu membentuk opini publik, dan turut berpartisipasi dalam solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.


Peran Teknologi dan Media Sosial

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia terus meningkat, mencapai lebih dari 70% dari total populasi pada tahun 2022. Pemanfaatan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan informasi politik juga meningkat pesat.

Namun, sisi gelap dari perkembangan ini adalah maraknya hoaks dan disinformasi yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu-isu politik. Oleh karena itu, pendidikan politik di Indonesia perlu mencakup literasi media dan keterampilan analisis informasi sebagai bagian integral dari kurikulumnya.

Survei oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa literasi media di Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama dalam konteks memahami dan menilai kebenaran informasi politik yang beredar di media sosial.

Selain itu, peran aktif pemuda dalam proses politik Indonesia menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam pendidikan politik. Data dari Kementerian Pemuda dan Olahraga menunjukkan bahwa pemuda Indonesia, yang mencakup sekitar 30% dari total populasi, memiliki potensi besar untuk membentuk arah masa depan negara. Namun, keterlibatan pemuda dalam politik masih di bawah potensinya.

Pendidikan Politik bagi Kaum Muda

Pendidikan politik di Indonesia perlu memberikan perhatian khusus pada pemuda, mendorong partisipasi aktif mereka dalam diskusi politik, dan membentuk pemimpin masa depan yang berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi.

Program pendidikan politik yang mencakup pelatihan kepemimpinan, partisipasi dalam organisasi mahasiswa, dan diskusi politik di tingkat universitas dapat membentuk pemuda yang kritis, berpengetahuan, dan berkomitmen pada kesejahteraan bersama.

Sejalan dengan itu, Indonesia juga perlu melibatkan sektor swasta, lembaga masyarakat sipil, dan media dalam mendukung pendidikan politik. Program kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga masyarakat sipil dapat menciptakan ekosistem pendidikan politik yang lebih inklusif dan efektif. Media, sebagai penyampai informasi utama, juga memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi yang benar dan mengedukasi masyarakat.

Dalam menghadapi berbagai tantangan ini, peran masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah (LSM) juga menjadi krusial. LSM dapat berperan sebagai pelaku pendidikan politik di tingkat masyarakat, membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu-isu politik dan hak serta kewajiban sebagai warga negara.

Dalam mengejar pendidikan politik yang holistik, tidak dapat diabaikan pentingnya integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum. Indonesia, dengan keberagaman budaya dan agama, memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menjadi landasan moral bagi masyarakat dalam berpartisipasi dalam proses politik. Pendidikan politik harus membentuk warga negara yang memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab moral.

Penting untuk menyadari bahwa pendidikan politik bukan hanya investasi dalam mencetak pemimpin, tetapi juga dalam membentuk masyarakat yang berpikiran kritis dan terlibat aktif dalam proses demokrasi. Melalui langkah-langkah konkret, kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, dan implementasi program-program yang efektif, kita dapat memastikan bahwa generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan kompleks di masa depan dan membawa perubahan positif bagi bangsa dan dunia secara keseluruhan.

Pendidikan politik menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan keberlanjutan demokrasi dan kesejahteraan bersama di Indonesia. Komitmen kita dalam pendidikan politik bukan hanya investasi dalam mencetak pemimpin, tetapi juga dalam membentuk masyarakat yang berpikiran kritis dan terlibat aktif dalam proses demokrasi.

Dengan langkah-langkah konkret dan kolaborasi yang kuat, kita dapat memastikan bahwa generasi muda siap menghadapi tantangan kompleks di masa depan dan membawa perubahan positif bagi bangsa dan dunia secara keseluruhan. (*)

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.