Refleksi di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta
Surakarta, Katolikana.com – Banyak cara berhenti sejenak memaknai stase perhentian dari tahun 2025 menuju 2026.
Perhentian yang direncanakan dalam perjalanan antara titik tutup tahun dan titik perjalanan menuju tahun baru memuat aneka makna. Menjadi simpul-simpul bekal keberangkatan perjalanan berikutnya.
Perayaan Ekaristi
Perayaan Ekaristi Tutup Tahun 2025 dan Sambut Tahun 2026 dilaksanakan pada Rabu (31/12/2025) Pukul 21.00 WIB di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, dipimpin Kepala Paroki Romo Franciskus Anggras Prijatno MSF.
Perayaan Ekaristi sebagai persembahan atas pengalaman yang menggembirakan dan pengalaman yang menyakitkan di tahun 2025. Memohon berkat memasuki tahun baru. Harapan dan kecemasan menjadi persembahan agar dalam perjalanan di tahun 2026 Tuhan menyertai.
Mazmur
Mazmur 90:12-13. Tuhan, Engkaulah tempat perlindungan kami turun-temurun. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, — berapa lama lagi? — dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Merenungkan Bacaan Injil Matius 6:31-34
“Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Merenungkan ajakan refleksi dari homili Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF pemimpin perayaan Ekaristi dalam poin-poin refleksi.
- Refleksi perjalanan tahun 2025 dalam olah batin, peristiwa ‘kehilangan’ dan peristiwa syukur.
- Merajut harapan dan menyiapkan diri akan peristiwa kekecewaan, dan kecemasan yang akan dialami di tahun 2026.
- Simpul-simpul refleksi menjadi persembahan dalam Ekaristi sebagai puncak iman.
- Masa lalu adalah sejarah, masa depan merupakan misteri. Stase perhentian untuk merefeksikan pengalaman tahun lalu dan menatap ke depan merupakan gift, rahmat, anugerah
- Injil membantu: “Janganlah kamu kuatir”, kata Yesus yang mengetahui bahwa murid-muridnya mengalami kecemasan. Kecemasan seperti pencuri yang mengambil kebahagiaan. (Ekonomi, kesehatan, masa depan anak-anak dan keluarga)
- “Bapa-Mu di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” Tuhan tahu betul karena mengambil rupa sebagai manusia dan tinggal diantara kita.
- Tips yang diberikan Yesus “Mencari Kerajaan Allah dengan segala kebenarannya.”
- Kecemasan terjadi karena mengutamakan mencari harta, gengsi dan lain-lain baru mencari Tuhan kalau punya sisa waktu.
- Umat diajak mengatur ulang kompas, kiblat, arah tahun 2026 untuk mencari dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka segala sesuatu akan ditambahkan.
- Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Yesus mengajarkan pengikutnya hidup di “saat ini”. Jangan hidup di masa lalu dan jangan hidup di masa depan. Hidup saat ini (present command).
- Tinggalkan beban masa lalu, kecemasan hari esok biarlah untuk hari esok, jalani pagi hari yang baru dengan penuh syukur.
- Gereja Katolik mengajak umat belajar dari Keluarga Kudus yang berjalan bersama Tuhan dalam kesederhanaan meskipun juga diliputi kekhawatiran. Tuhan menjadi andalan.
- Selain itu umat juga diajak menghormati Bunda Maria sebagai teladan kesetiaan dalam Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah yang dirayakan setiap awal tahun tanggal 1 Januari.

Jangan lupa bahagia
Kebahagiaan menyambut tahun baru 2025 di Paroki Kleco diungkapkan dengan Acara Ramah Tamah Umat.
Acara digelar di Lapangan Parkir Gereja Santo Paulus Kleco dan dimeriahkan:
• Ari and Friends
• Ansamble Santo Paulus Kleco
• Bintang Tamu “Caos Dahar”

Ansamble Santo Paulus Kleco tampak saat gelaran acara melibatkan anak-anak dalam tampilannya.
Sedangkan bintang tamu “Caos Dahar” merupakan kelompok musik dengan genre rohani dangdut yang didirikan oleh OMK Santo Aloysius Gonzaga Mojosongo.
Kelompok ini menurut Vaundra salah satu anggota “Caos Dahar” yang dibentuk dua tahun lalu bertujuan menghibur pada sesi acara yang digelar di paroki-paroki. Genre musik ini mirip dengan kelompok musik “Pecas Ndahe”. Kelompok musik yang menyanyikan lagu dengan “Mix dan plesetan” yang berasal dari Kota Bengawan.
Detik-detik pergantian tahun baru 2025 ke 2026 ditandai dengan bunyi lonceng gereja.

Selamat tahun baru 2026.
Semoga Tuhan menyertai perjalanan iman dan hidup kita. Amin.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta