KOSDIK II 2026 Digelar Komisi Pendidikan KWI: Komitmen Sinodal Menuju Transformasi Pendidikan Katolik Indonesia

Mewujudkan kesepakatan sinodal menuju transformasi nyata Pendidikan Katolik Indonesia.

0 19

Jakarta, Katolikana.com — Pendidikan Katolik Indonesia memasuki babak baru. Setelah berhasil merumuskan kesepakatan sinodal nasional pada tahun 2025, para pemimpin dan pemangku kepentingan pendidikan Katolik dari seluruh Indonesia akan kembali berkumpul dalam Konferensi Sinodal Pendidikan Katolik Indonesia II (KOSDIK II) yang diselenggarakan pada 24–26 Juni 2026 di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta.

KOSDIK II diselenggarakan oleh Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), dan Perkumpulan Pimpinan Akademika Vokasi Indonesia (PPAVI) sebagai tindak lanjut konkret dari kesepakatan sinodal yang telah dihasilkan dalam KOSDIK pertama tahun 2025.

Sekretaris Komisi Pendidikan KWI sekaligus Ketua Panitia KOSDIK II, RP. Antonius Vico Christiawan, S.J kepada Katolikana.com mengatakan bahwa forum nasional ini hadir pada momentum yang sangat penting, pada saat Pendidikan Katolik di Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari perubahan sosial yang semakin cepat, tuntutan mutu pendidikan yang semakin tinggi, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, kompetisi global yang semakin ketat, hingga kebutuhan akan tata kelola lembaga yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan.

Menurut Romo Vico KOSDIK II membawa sebuah keyakinan mendasar, bahwa masa depan pendidikan Katolik di Indonesia hanya dapat dibangun melalui kolaborasi yang terorganisasi, sinergi yang berkelanjutan, dan komitmen bersama untuk bertindak.

Konferensi Sinodal Pendidikan Katolik Indonesia II (KOSDIK II) merupakan forum nasional tindak lanjut hasil Konferensi Sinodal Pendidikan Katolik Indonesia tahun 2025. KOSDIK II berfokus pada penyusunan langkah implementatif, penguatan sinergi antarlembaga, penetapan roadmap bersama, serta pembangunan sistem kolaborasi nasional Pendidikan Katolik Indonesia yang berkelanjutan.

Romo Vico menyatakan bahwa KOSDIK II akan mempertegas hasil kesepakatan pada KOSDIK I. Sebuah kesepakatan hanya akan memiliki makna apabila diwujudkan dalam langkah-langkah nyata.

Karena itu, kata Romo Vico, KOSDIK II menjadi ruang bersama untuk menerjemahkan visi sinodal ke dalam kebijakan, program, dan mekanisme implementasi yang dapat dijalankan oleh seluruh lembaga Pendidikan Katolik di Indonesia.

Dalam forum KOSDIK ini empat Tim Task Force yang dibentuk pasca-KOSDIK I akan mempresentasikan dan mendiskusikan Rencana Aksi Nyata (RAN) dalam empat bidang strategis, yaitu bidang Tata Kelola Kelembagaan; Pengembangan Dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia; Pengembangan Kurikulum Sekolah Unggul Katolik; Regulasi Pendidikan Katolik.

Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar penyusunan dan penetapan peta jalan (roadmap) Pendidikan Katolik Indonesia. Ini akan menjadi dokumen strategis yang diharapkan menjadi arah bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan pendidikan Katolik yang unggul, relevan, dan berdampak bagi bangsa.

Selanjutnya KOSDIK II bertujuan membangun kesepakatan nasional mengenai mekanisme implementasi, monitoring, dan evaluasi bersama sehingga berbagai inisiatif yang lahir dari konferensi ini tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan benar-benar menghasilkan perubahan yang terukur dan berkelanjutan.

Semangat yang melandasi KOSDIK II adalah semangat sinodalitas: mendengarkan, berdialog, dan berjalan bersama. Pendidikan Katolik Indonesia tidak dapat berkembang melalui kerja-kerja yang terfragmentasi dan berjalan sendiri-sendiri.

“Tantangan yang dihadapi pada pendidikan Katolik di Indonesia terlalu besar untuk diselesaikan secara individual. Karena itu, KOSDIK II mengajak seluruh elemen Pendidikan Katolik untuk membangun budaya kolaborasi yang lebih kuat, saling mempercayai, saling mendukung, dan saling memperkaya demi kepentingan bersama,” kata Romo Vico.

Forum ini akan dihadiri oleh para pemimpin lembaga pendidikan Katolik dari berbagai tingkatan, antara lain Komisi Pendidikan Keuskupan, yayasan pendidikan Katolik, perguruan tinggi Katolik, MNPK, MPK, PPAVI, APTIK, serta berbagai pemangku kepentingan lain yang selama ini terlibat dalam pelayanan pendidikan Katolik di Indonesia.

KOSDIK II diharapkan bukan sekadar sebuah konferensi. Forum ini merupakan gerakan bersama untuk memperkuat identitas, meningkatkan mutu, memperluas dampak, dan memastikan keberlanjutan Pendidikan Katolik Indonesia di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

Melalui KOSDIK II, seluruh keluarga besar Pendidikan Katolik Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan yang bermutu, berkarakter, bermartabat, dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan manusia Indonesia dan masa depan bangsa.

Artikel ini Kolaborasi Komisi Pendidikan KWI dengan Katolikana.com sebagai Media Partner Konferensi Sinodal Pendidikan Katolik II (KOSDIK II).

Leave A Reply

Your email address will not be published.