Jakarta, Katolikana.com — Pendidikan Katolik Indonesia memasuki babak baru. Setelah berhasil merumuskan kesepakatan sinodal nasional pada tahun 2025, para pemimpin dan pemangku kepentingan pendidikan Katolik dari seluruh Indonesia akan kembali berkumpul dalam Konferensi Sinodal Pendidikan Katolik Indonesia II (KOSDIK II) yang diselenggarakan pada 24–26 Juni 2026 di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta.
KOSDIK II diselenggarakan oleh Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), dan Perkumpulan Pimpinan Akademika Vokasi Indonesia (PPAVI) sebagai tindak lanjut konkret dari kesepakatan sinodal yang telah dihasilkan dalam KOSDIK pertama tahun 2025.
Sekretaris Komisi Pendidikan KWI sekaligus Ketua Panitia KOSDIK II, RP. Antonius Vico Christiawan, S.J kepada Katolikana.com mengatakan bahwa forum nasional ini hadir pada momentum yang sangat penting, pada saat Pendidikan Katolik di Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari perubahan sosial yang semakin cepat, tuntutan mutu pendidikan yang semakin tinggi, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, kompetisi global yang semakin ketat, hingga kebutuhan akan tata kelola lembaga yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan.
Menurut Romo Vico KOSDIK II membawa sebuah keyakinan mendasar, bahwa masa depan pendidikan Katolik di Indonesia hanya dapat dibangun melalui kolaborasi yang terorganisasi, sinergi yang berkelanjutan, dan komitmen bersama untuk bertindak.
Konferensi Sinodal Pendidikan Katolik Indonesia II (KOSDIK II) merupakan forum nasional tindak lanjut hasil Konferensi Sinodal Pendidikan Katolik Indonesia tahun 2025. KOSDIK II berfokus pada penyusunan langkah implementatif, penguatan sinergi antarlembaga, penetapan roadmap bersama, serta pembangunan sistem kolaborasi nasional Pendidikan Katolik Indonesia yang berkelanjutan.
Romo Vico menyatakan bahwa KOSDIK II akan mempertegas hasil kesepakatan pada KOSDIK I. Sebuah kesepakatan hanya akan memiliki makna apabila diwujudkan dalam langkah-langkah nyata.
Karena itu, kata Romo Vico, KOSDIK II menjadi ruang bersama untuk menerjemahkan visi sinodal ke dalam kebijakan, program, dan mekanisme implementasi yang dapat dijalankan oleh seluruh lembaga Pendidikan Katolik di Indonesia.
Dalam forum KOSDIK ini empat Tim Task Force yang dibentuk pasca-KOSDIK I akan mempresentasikan dan mendiskusikan Rencana Aksi Nyata (RAN) dalam empat bidang strategis, yaitu bidang Tata Kelola Kelembagaan; Pengembangan Dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia; Pengembangan Kurikulum Sekolah Unggul Katolik; Regulasi Pendidikan Katolik.