TPKP Santo Paulus Kleco Solo Adakan Sarasehan Pasutri Tim Pastoral Keluarga Paroki Se-Kevikepan Surakarta

0 617

Surakarta, Katolikana.com – Tim Pastoral Keluarga Paroki (TPKP) St. Paulus Kleco bekerjasama dengan Tim Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta mengadakan “Sarasehan Pasutri” dengan tema “Merayakan Hari Cinta Kasih”, yang dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 10.00-13.00 di Aula Petrus Faber SMK St. Mikael Surakarta.

Sedikitnya 25 pasutri dari paroki-paroki di Kevikepan Surakarta hadir mengikuti acara “Pendampingan bagi Tim Pastoral Keluarga Paroki di Kevikepan Surakarta” ini. Tampak hadir TPKP dari Klaten, Palur, Jumapolo, Solo Baru, Cawas, Mojosongo, Boyolali, Purwosari, dan Kleco.

Harapan diselenggarakan acara ini agar Tim Pastoral Keluarga Paroki di Kevikepan Surakarta dapat membagikan esensi pendampingan keluarga Kristiani, metode pendampingan, animasi pendampingan yang bisa ditumbuhkan dan hal-hal lain yang bisa diserap sebagai peneguhan gerak pendampingan Tim Pastoral Keluarga Lingkungan (TPKL) di paroki masing-masing.

Hadir sebagai nara sumber Romo Hibertus Hartono, MSF Pendamping Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta bersama Tim Pastoral Keluarga Kevikepan Surakarta.

Program berkelanjutan
Pendamping Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta Romo Hibertus Hartono, MSF dalam sarasehan mengajak para peserta untuk senantiasa mendalami ciri khas perkawinan Katolik yang menjadi identitas Gereja Katolik, mengupayakan pembinaan iman dan spiritualitas keluarga serta meneladan Keluarga Kudus sebagai teladan keluarga Katolik.

Keluarga sebagai kesatuan hidup rohani

Selain itu juga meneguhkan keluarga untuk senantiasa merawat dan memupuk komitmen awal membangun keluarga.

“Program pastoral keluarga berjenjang senantiasa perlu dikembangkan, dalam level apapun. Pastoral keluarga tidak hanya diam, tetapi perlu diperkaya, dipelajari secara kreatif sehingga mendukung tujuan hidup berkeluarga.

Tujuan hidup keluarga menumbuhkan iman

Semoga hal-hal yang menjadi pemikiran dalam sarasehan menjadi cahaya yang bisa dibagikan, diteruskan dan menjadi hal baik yang bisa dihidupi bersama dalam pastoral keluarga di paroki maupun di tingkat lingkungan”, ungkap Romo Hibertus Hartono, MSF.

Pendampingan keluarga
Pendampingan keluarga Katolik bertujuan agar keluarga Katolik menjadi persekutuan pribadi-pribadi yang mencerminkan kasih Allah, di mana iman dihayati secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.

Keluarga memelihara keutamaan dan mencari solusi dalam menghadapi permasalahan

Pendampingan keluarga Katolik mencakup pembinaan iman persiapan dan penguatan perkawinan, konseling pasutri, edukasi nilai hidup Katolik, pendidikan anak serta pendampingan pastoral dalam hidup berkeluarga.

Fokus pendampingan keluarga adalah membangun keluarga sebagai “Gereja Rumah Tangga” yang harmonis dan terberkati.

Sarasehan Pendamping Pastoral Keluarga menjadai wahana untuk belajar bersama, menggali, sharing dan menemukan peneguhan dalam tugas pelayanan membantu keluarga untuk semakin membangun keharmonisan, komunikasi dan spiritualitas keluarga.

Selain itu juga mendorong keluarga untuk memiliki kebiasaan doa bersama, partisipasi pada Ekaristi dan kegiatan lingkungan atau paroki, dan keterlibatan dalam kegiatan gerejani.

Secara khusus sarasehan menjadi sarana untuk meneguhkan komitmen dalam hidup berkeluarga, melakukan komunikasi yang efektif dan menemukan jalan keluar apabila keluarga menghadapi berbagai persoalan, permasalahan dan tantangan.

Ilustrasi permasalan keluarga (Foto Ist)

Permasalahan keluarga
Pada saat sarasehan berlangsung salah satu diantara materi yang menjadi bahan sarasehan adalah permasalahan keluarga. Pemandu sesi ini Gregorius S. Ekky Aditama.

Permasalahan keluarga yang memerlukan komitmen, komunikasi dan kerjasama pasutri dalam menemukan solusi penyelesaian diantaranya permasalahan:
• Ekonomi dan keuangan
• Kesalah pahaman
• Kurangnya komunikasi
• Lemahnya komitmen
• Egois
• Makanan
• Perhatian dan pendidikan anak
• Tidak tersedianya waktu
• Permasalahan lainnya

Menghadapi berbagai permasalahan yang ada peserta sarasehan saling mendengarkan, berbagi pengalaman dan merefleksikan.

Sharing dan refleksi
Saat sarasehan peserta selain memahami materi sarasehan juga diajak melakukan sharing dan refleksi. Pada saat refleksi para peserta diajak menyimak, menghayati nilai-nilai keutamaan hidup keluarga dan merefleksikan klip video diantaranya video MerryRiana “Mengapa dalam agama Katolik tidak ada perceraian?” yang diputar.

Metode sharing dan refleksi menjadi model yang bisa dilakukan dalam pendampingan keluarga di tingkat paroki dan lingkungan selain metode-metode lain yang memungkinkan dilakukan (konseling keluarga dan lain-lain).

Sharing
Permasalahan keluarga.

Sharing permasalahan keluarga pada saat sarasehan

Komitmen pasutri dalam hidup keluarga.

Sharing: Komitmen hidup berkeluarga

Hidup berkeluarga karena cinta

Semua karena cinta” dasar hidup berkeluarga

Refleksi

Mengingat kebaikan-kebaikan pasangan hidup.

Mengingat kebaikan-kebaikan pasangan hidup

Sarasehan Pendamping Tim Pastoral Keluarga menjadi perwujudan semangat sinodal dalam Gereja Katolik membangun keluarga yang Bahagia, Inspiratif dan Sejahtera.

Leave A Reply

Your email address will not be published.