Sabtu Suci

0 188

Refleksi dengan falsafah Jawa Neng, Ning, Nung dan Nang

Katolikana.com – Sabtu Suci – juga dikenal sebagai Sabtu Sunyi atau Sabtu Sepi- adalah hari di antara Jumat Agung dan Minggu Paskah dalam tradisi Kristiani, yang menandai momen Yesus berdiam di makam. Sabtu Suci adalah saat keheningan dan pengharapan bagi umat beriman Kristiani.

Melalui Neng, Ning, Nung dan Nang falsafah Jawa yang mengajarkan kesadaran diri dan ketenangan batin refleksi ini ditulis.

Neng, Ning, Nung, Nang
Sabtu Sepi. Sabtu Sunyi. Sabtu Suci.

Neng, Ning
Dalam mênêng, diam, dalam wening, hening.
Dalam keheningan setelah Jumat Agung menjelang Paskah, Yesus berbaring di makam.

Nung, dumunung, berada
Nung, dunung, menyatakan
Dalam keheningan makam, Allah dumunung, Allah berada. Kehadiran Allah meliputi segalanya, berada dimanapun (omnipresent).
Dinyatakan kebenaran, diwartakan. Kematian bagi orang pecaya bukan akhir tetapi ” transitus” peralihan kepada kebangkitan dengan dilandaskan pada kepercayaan akan belas kasih dan anugerah Allah.

Nang, wenang – berwenang
Nang, menang
Kewenangan Allah menjadikan Putra-Nya kembali bersama-Nya. Allah mengubah penderitaan menjadi kemenangan.
Pada saat yang indah setelah tiga hari di makam, Allah membangkitkan Putra-Nya.
Kematian diubah menjadi kebangkitan. Ini menjadi harapan orang beriman untuk serupa dengan Putra-Nya dibangkitkan setelah kematian.

Sabtu Sepi. Sabtu Sunyi menjadi Sabtu Suci.
Allah dimuliakan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.