Kebangkitan Yesus: Sumber Keberanian Iman

0 60

Kisah Rasul 2:14, 22-32; Matius 28:8-15

Katolikana.com – Iman Kristen itu lebih dari sikap menerima dan percaya akan suatu ajaran, melainkan relasi pribadi dengan Yesus.

Relasi itu mengalami pasang surut. Petrus berada pada titik nol relasinya dengan Yesus ketika ia menyangkal gurunya tiga kali. Namun ia juga bisa berada pada titik amat kuat dalam mengimani Yesus.

Perubahan radikal

Kisah Para Rasul 2 perubahan radikal Petrus itu. Dari sosok yang menyangkal Yesus tiga kali karena takut, ia berdiri dengan berani di depan orang Yahudi pada hari Pentakosta.

Perubahan ini bukan sekadar keberanian psikologis, melainkan sikap yang lahir dari iman akan kebangkitan.

Petrus menyampaikan kesaksian yang berpusat pada Yesus: kematian-Nya yang sudah direncanakan Allah, dan kebangkitan-Nya yang mengalahkan maut. Ia mengutip Daud, leluhur mereka, yang percaya bahwa Allah tidak akan menyerahkan orang yang dikasihi-Nya ke dunia orang mati (Mzm. 16:8-11).

Bagi Petrus, nubuat Daud tentang pengharapan akan kehidupan setelah kematian itu digenapi secara nyata dalam diri Yesus. Dengan kata lain, Yesus adalah bukti hidup dari keyakinan Daud. Yesus tidak mengalami kebinasaan karena Allah membangkitkan-Nya.

Fondasi iman
Kebangkitan Yesus menjadi fondasi iman Kristen yang paling mendasar. Fakta iman ini menegaskan bahwa maut bukanlah akhir. Sama seperti Yesus dibangkitkan, semua yang percaya kepada-Nya akan mengambil bagian dalam hidup kekal-Nya.

Inilah yang mengubah ketakutan Petrus menjadi keberanian: ia tidak lagi berhadapan dengan ancaman kematian, tetapi dengan kepastian hidup abadi di dalam Kristus.

Renungan pada Senin Oktaf Paskah ini mengingatkan kita bahwa iman akan kebangkitan memiliki relevansi nyata bagi hidup Kristen sehari-hari. Menjadi pengikut Yesus tidak boleh membuat kita menjadi penakut.

Sebaliknya, keyakinan bahwa kematian telah dikalahkan mesti melahirkan keberanian untuk bersaksi, berani benar, dan tidak gentar menghadapi tekanan dunia. Jika Petrus yang pernah jatuh bisa bangkit menjadi pemberani, kita pun bisa. Iman akan kebangkitan bukan hanya doktrin masa depan, tetapi kekuatan hidup di masa kini.

Oleh karena itu, mari kita menghayatinya setiap hari dengan keberanian iman, karena kita mengikuti Tuhan yang hidup dan telah menang atas maut. Alleluia!

Senin Oktaf Paskah, 6 April 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.