Kisah Para Rasul 4:23-31; Yohanes 3:-8
Katolikana.com – Kehidupan itu anugerah yang perlu disyukuri. Setiap orang mengucap syukur, karena telah melewati pintu kehidupan (rahim ibu) yang mengantarnya ke dunia ini. Namun hanya sebagian kecil dari umat manusia memasuki pintu kehidupan kedua yang mengantarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Merenungkan hidup yang kedua
Injil Yohanes yang kita baca hari ini mengajak kita merenungkan hidup yang kedua itu. Percakapan Nikodemus dan Yesus membuka rahasia kehidupan yang hanya dipahami dengan iman.
Yesus bersabda kepada Nikodemus, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3).
Nikodemus mengira bahwa orang mesti masuk kembali ke dalam rahim ibu dan dilahirkan lagi (Yohanes 3:4).
Ia masih berpikir tentang kehidupan yang pertama, sedang Yesus berbicara tentang yang kedua.
Lahir kembali
Orang perlu dilahirkan dari air dan Roh (Yohanes 3:5). Apa maksudnya?
Pertama, orang perlu dilahirkan dari air. Artinya dibaptis dengan air dan dalam nama Yesus sebagai ungkapan tobat dan pengampunan dosa.
Kedua, orang perlu dilahirkan dari Roh. Maksudnya, menerima Roh Kudus yang memberikan kehidupan kekal.
Mereka yang telah dilahirkan dari air dan Roh itu amat bersyukur, karena mendapat anugerah istimewa.
Hidupnya di dunia tidak berakhir pada saat mati. Kematian bukan berarti menutup pintu, melainkan membuka dan memasuki pintu kehidupan abadi.
Hanya sedikit yang memahami rahasia ini, karena melampaui kemampuan akal budi.
Kemana akan pergi?
Yesus menggambarkan dengan menggunakan tanda alam. “Angin bertiup ke mana ia mau; engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang dan ke mana ia pergi” (Yohanes 3:8).
Semoga kita yang telah dilahirkan dari air dan Roh setia memelihara anugerah itu. Kelak setelah melewati pintu kehidupan pertama, melalui pintu kedua kita masuk dan sepenuhnya berada dalam Kerajaan Allah.
Senin, 13 April 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.