1 Petrus 2:2-5.9-12; Markus 10:46-52
Katolikana.com – Kita sudah sering membaca atau mendengar kisah tentang penyembuhan Bartimeus yang buta. Ada pula banyak renungan rohani tentang kisah itu.
Penyembuhan Bartimeus
Hari ini kita akan merenungkan penyembuhan Bartimeus yang pesannya masih relevan untuk hidup Kristen. Apa saja itu?
Pertama, Bartimeus mendengar bahwa Yesus dan khalayak ramai yang mengikuti Dia hendak lewat dekat tempat dia mengemis. Sebagai pengemis yang buta dia terbiasa mendengarkan begitu banyak suara dan mencermatinya.
Satu indera yang lemah membuat indera lain ekstra sensitif.
Kedua. Bartimeus membuka mulutnya dan berseru kepada Yesus. Artinya, dia berbicara dan berusaha berkomunikasi dengan Yesus. Namun orang mencoba membungkamnya. Dilarang berisik. Ada orang penting lewat. Namun dia justru berteriak keras, “Anak Daud, kasihanilah aku” (Markus 10:48). Yesus pun memanggilnya.
Ketiga, Bartimeus menyampaikan permintaannya.
Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Bartimeus menjawab, “Rabuni, semoga aku dapat melihat” (Markus 10:51). Permintaannya jelas, nyata, dan sesuai kebutuhan.
Kekuatan doa
Apa yang dapat kita refleksikan dari Injil hari ini? Satu hal, yaitu doa.
Ada tiga hal yang kita bisa renungkan tentang itu. Pertama, berdoa itu menuntut kepekaan untuk menangkap kehadiran Tuhan. Kita perlu mempertajam indera pendengaran. Doa itu bukan hanya soal bersuara, menyampaikan permohonan, melainkan tentang mendengarkan.
Kedua, berdoa itu menuntut keberanian berbicara yang berangkat dari dalam hati yang jujur. Sikap itu mematahkan semua halangan, karena disertai iman yang kuat. Tidak seorang pun dapat membatalkan doa sejati.
Akhirnya, doa itu perlu disampaikan secara jelas. Bertimeus mengajarkan supaya sebelum berdoa kita mengenal kebutuhan diri kita yang nyata. Doa itu bukan untuk memenuhi keinginan, melainkan menyampaikan kebutuhan yang nyata dan sedang dirasakan.
Jawaban Yesus sangat mengena. “Imanmu telah menyelamatkan dikau” (Markus 10:52). Iman sejati dan kuat membuat doa kita terwujud dan permohonan kita dikabulkan. Sejauh mana kita telah mencoba menangkap kehadiran Tuhan, berbicara kepada-Nya, dan menyampaikan permohonan sesuai kebutuhan?
Kamis, 28 Mei 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.