Surakarta, Katolikana.com- Memberikan penghormatan terakhir pada umat yang menghadap Tuhan, dengan pemulasaran jenasah yang pantas dan mewujudkan bela rasa umat se-paroki menjadi dasar dan tujuan didirikannya PRKP Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta.
Berdiri pada 6 Juli 2025 lalu, tahun ini PRKP genap berusia satu tahun. Refleksi dan evaluasi menjadi cara untuk merawat paguyuban dan menumbuhkan semangat bela rasa umat untuk terlibat dalam karya sosial Gereja.

Melalui ungkapan syukur dalam Perayaan Ekaristi Harian, Senin (6/7/2026) PRKP menyampaikan ujub doa : “Syukur atas Perjalanan 1 Tahun Paguyuban Rukun Kematian Paulus (PRKP). Mohon berkat untuk penambahan keikutsertaan umat dalam PRKP dan mohon perlindungan serta penyertaan Tuhan untuk melayani dan membantu umat yang berduka cita”.
Perayaan Ekaristi dipimpin Romo Bernardinus Haryasmara, MSF dan Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF diikuti umat yang hadir pada perayaan ekaristi harian dan pengurus PRKP.
Selain itu menandai genap usia satu tahun pada Minggu (12/7/2026) akan diadakan tumpengan ucapan syukur sederhana.

Merawat paguyuban
Sebagai langkah refleksi dan evaluasi, pengurus telah melakukan refleksi dan evaluasi jalannya paguyuban satu tahun berlangsung. Harapannya paguyuban dapat berkembang dan pengelola mampu melaksanakan pelayanan dengan penuh sukacita.
Sebagai paguyuban yang melayani karya sosial Gereja, refleksi dilakukan untuk semakin mampu menyebarluaskan pada umat semangat “Paguyuban Umat Lung Sih – Paulus” dengan tangan yang memberi dan berbagi, bersama umat se-Paroki, menyampaikan bela rasa bagi keluarga yang berduka cita karena ada anggota keluarga yang menghadap Tuhan.
Tata kelola administrasi dan keuangan serta sistem pengelolaan data terus ditingkatkan untuk memenuhi standar akuntabilitas dan transparansi data dan keuangan.
Persoalan baru 25% partisipasi umat dari jumlah sekitar 6.200 orang umat yang mengikuti PRKP menjadi evaluasi serta tantangan yang menjadi PR tugas pengurus untuk meningkatkan dan mengembangkan jumlah peserta PRKP.
Saat ini, sampai dengan akhir bulan Juni 2026 anggota yang tercatat 1.413 orang yang tersebar di 51 lingkungan.
Anggota yang menghadap Tuhan serta menerima santunan sebanyak 25 orang.

Wujud sinodalitas cermin solidaritas
Paguyuban rukun kematian yang mengelola dana umat merupakan wujud sinodalitas yang mencerminkan solidaritas, dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang efektif dalam bingkai “Tata kelola keuangan Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang diatur melalui Pedoman Keuangan dan Akuntansi Paroki dan pedoman Dana Sosial yakni “Dana Kematian adalah dana yang dikumpulkan dari sumbangan umat bagi pemberian bantuan kepada yang membutuhkan untuk pembiayaan kematian”. (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta