Yesus menyebut diri-Nya sebagai “Roti Kehidupan” (Yohanes 6:35). Ia bukan sekadar makanan fisik, melainkan roti sejati dari surga yang diberikan Allah untuk memuaskan dahaga rohani manusia.
Perjalanan Emaus, Tuhan menyertai perjalanan mereka. Tuhan memberi pencerahan dengan menjelaskan Kitab Suci, mengobarkan hati mereka, mengadakan perjamuan makan malam (Ekaristi) dan mengubah mereka memiliki mindset untuk kembali ke…
Tuhan Yesus dengan sabar menemani mereka. Kendati mula-mula Dia menegur dengan kata-kata keras, "Hai kamu orang bodoh!" (Lukas 24:25), kemudian menjelaskan tentang Mesias kepada mereka dalam seluruh Kitab Suci (Lukas 24:27).
Injil Yohanes mewartakan tentang Yesus yang pergi menyendiri setelah membuat mukjizat, menggandakan roti. Tatkala para murid menyeberang danau dan perahunya dihantam gelombang, Yesus datang.
Ketika orang banyak hendak membawa Dia menjadi raja, Yesus menarik diri dari mereka (Yohanes 6:15) dan Yesus tidak terjebak dalam rencana politis manusia yang membatasi daya ilahi dalam gerakan ideologi
Santo Yohanes menegaskan bahwa mereka yang percaya kepada Yesus akan memperoleh hidup kekal. Tetapi mereka yang menolak akan mengalami murka Allah (Yohanes 3:36).
"Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).