Alami Luka Serius, 1 dari 4 Seminaris Korban Penculikan Dibebaskan

Nasib umat Kristiani di Nigeria utara makin buruk. Tidak ada perlindungan negara terhadap mereka.

0 43

Seorang seminaris asal Nigeria, belum teridentifikasi, saat ini sedang dirawat secara intensif di sebuah rumah sakit Katolik di Kaduna, Nigeria. Ia merupakan salah satu dari empat seminaris yang dibebaskan oleh para penculiknya. Ia telah mengalami penahanan selama 10 hari.

Menurut sumber terdekat Seminari Tinggi Gembala Baik (Good Shepherd Seminary) Kaduna, korban tersebut sempat melawan kepada para pelaku penculikan.

“Sejak penculikan, seminaris ini keras kepala terhadap para penculik, dia dapat berpegangan pada apa pun yang dia temukan, menentang penculik itu,” ujarnya seperti dikutip dari catholicherald.co.uk, pada Senin, 20 Januari 2020.

Empat Seminaris Korban Penculikan di Nigeria. Sumber: http://catholicherald.co.uk/

Dibuang oleh Penculik

Sang seminaris, kata sumber tersebut, dipukuli sehingga beberapa bagian tubuhnya patah. Ia menderita luka-luka dan dibuang penculiknya pada 18 Januari di sisi Jalan Raya Kaduna-Abuja Nigeria. Ia dibawa ke rumah sakit setelah ditemukan oleh pengendara yang lewat.

“Karena para penculik merasa bahwa anak itu tidak dapat bertahan hidup di tangan mereka,” katanya.

Para seminaris yang diculik tercatat sebagai mahasiswa filsafat tahun pertama di Good Shepherd Seminary. Mereka adalah Pius Kanwai (19), Peter Umenukor (23), Stephen Amos (23), dan Michael Nnadi (18).

Korban diculik pada malam 8 Januari dalam operasi 30 menit. Menurut saksi, para penculik mengenakan seragam militer dan dipersenjatai dengan senjata. Para penculik itu memaksa masuk ke kampus seminari Katolik yang menampung 268 seminaris.

Uang Tebusan

Sejak 11 Januari 2020, para penculik telah melakukan kontak dengan anggota keluarga korban untuk membahas uang tebusan.

Atas peristiwa ini, menurut sebuah laporan berita, Uskup Agung Kaduna, Uskup Agung Matthew Man’oso Ndagoso telah memperingatkan adanya spekulasi tentang permintaan para penculik untuk mendapatkan uang tebusan demi pembebasan para seminaris secara aman.

“Kami telah berdiskusi dengan para penculik, hanya satu orang yang berkomunikasi dengan mereka, kami tidak dapat mengungkapkan diskusi apa pun dengan mereka,” kata Uskup Agung Man kepada media lokal.

Good Shepherd Seminary letaknya tak jauh dari Jalan Abuja-Kaduna-Zaria. Menurut AFP, daerah itu terkenal dengan keberadaan geng kriminal yang menculik pelancong untuk meminta uang tebusan.

Media tersebut juga mengatakan bahwa anak-anak sekolah dan staf dari sekolah asrama di dekat jalan raya itu telah diculik pada bulan Oktober, dan kemudian dibebaskan.

Penculikan orang-orang Kristen di Nigeria telah berlipat ganda dalam beberapa bulan terakhir. Kejadian ini mendorong sebuah institusi setempat mendesak para pemimpin Gereja untuk menyatakan keprihatinan serius tentang keamanan anggota mereka dan meminta pemerintah memprioritaskan keamanan warganya.

Wartawan Katolikana.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.