Johanes Widijantoro, Mengabdi demi Memperbaiki Pelayanan Masyarakat

Menegakkan Keadilan Menjadi Panggilan Hatinya

0 75

Katolikana.com – Semangat menegakkan keadilan tidak pernah terlepas dari kehidupan Dr. Johanes Widijantoro, S.H., M.H. (55).  Sejak mempelajari ilmu hukum di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 1984, pintu hatinya terbuka untuk terlibat dalam mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang optimal di Indonesia.

Widijantoro terpilih menjadi anggota Ombudsman Republik Indonesia periode 2021-2026 setelah melewati serangkaian proses seleksi. Pelantikan anggota Ombudsman RI telah dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta (22/2/2021).

Perjalanan Widijantoro hingga menjadi anggota Ombudsman RI bukan tanpa proses. Sejak tahun 1999, Widijantoro aktif membantu masyarakat melalui Lembaga Konsumen Yogyakarta. Ketika Lembaga Ombudsman membentuk perwakilan di Daerah Istimewa Yogyakarta (LO DIY) pada 2005, Widijantoro pun tergabung sebagai salah satu anggota.

“Secara substansial, saya tidak memiliki persiapan khusus dalam mengikuti proses seleksi. Saat saya menjadi anggota LO DIY, interaksi dengan Ombudsman RI juga intensif karena banyak dilibatkan dalam upaya mengelola Ombudsman,” kata Widijantoro saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

Dr. Johanes Widijantoro SH., M.H, anggota Lembaga Ombudsman Republik Indonesia.

Melayani Sebagai Bentuk Tanggung Jawab

Sebagai orang dengan latar belakang pendidikan ilmu hukum, Widijantoro merasa bertanggung jawab untuk terlibat dalam upaya menciptakan keadilan di masyarakat. Dosen Hukum Perlindungan Konsumen di Fakultas Hukum UAJY ini juga terdorong oleh kepentingan masyarakat untuk melakukan hal yang bermanfaat.

“Kalau ada ketidakadilan, kita tidak boleh diam. Mungkin banyak orang belajar hukum, tapi tidak banyak yang terlibat dalam mewujudkan hukum menjadi kenyataan,” ujar Widijantoro.

Rasa tanggung jawab tersebut kemudian menuntun Widijantoro untuk bergabung ke dalam keanggotaan Ombudsman Republik Indonesia. Ia merasa bahwa Ombudsman RI merupakan peluang baik dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.

Sebagai lembaga negara yang bersifat mandiri dan tidak memiliki hubungan organik dengan lembaga negara dan instansi pemerintahan lain, Ombudsman dapat melaksanakan tugas dan fungsinya tanpa terhalang pengaruh kekuasaan tertentu.

“Keberadaan Ombudsman sebenarnya merupakan bagian dari upaya mempercepat perwujudan demokratisasi. Itu karena masyarakat bisa mengkritisi kinerja aparat pemerintah, penyelenggara negara, dan pemberi layanan publik melalui Ombudsman,” jelas Widijantoro.

Memperjuangkan Keadilan Bukan Hal Mudah

Selama bertahun-tahun berupaya mewujudkan hak-hak masyarakat, Widijantoro mengaku memiliki tantangan terbesar dalam menjalankan tugasnya. Ketika masih banyak masyarakat yang haknya terenggut, Widijantoro masih saja menemukan penyelenggara pelayanan publik yang tidak bertanggung jawab, bahkan tidak peduli.

Menjadi sebuah tantangan bagi Widijantoro dalam melakukan persuasi guna memengaruhi penyelenggara pelayanan publik untuk memenuhi hak-hak masyarakat. Hal ini dilakukannya dengan berbagai bentuk pendekatan dan strategi agar komunikasi berlangsung secara efektif.

Meski pekerjaannya akrab dengan rintangan, namun Widijantoro menaruh harap kepada masyarakat untuk tetap aktif dalam menyampaikan keluhan terkait penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam realita sebenarnya, ia masih menemukan banyaknya masyarakat yang enggan untuk melakukan pengaduan.

Hal tersebut sangat ia sayangkan karena masyarakat sebagai pengguna berperan penting dalam pengawasan pelayanan publik. Tanpa adanya laporan dari pengguna, lembaga pengawas seperti Ombudsman tidak dapat melakukan tindakan apa pun.

Terkait keterlibatannya dalam Ombudsman Republik Indonesia, Widijantoro bertekad untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab agar masyarakat dapat merasakan hasilnya. Tentu hal ini dapat dilakukan dengan membangun kerja sama yang optimal bersama anggota Ombudsman RI lainnya.

“Harapan saya bisa menjadi orang yang dipercaya publik maupun pemerintah untuk ikut terlibat dalam upaya perbaikan bagi bangsa kita,” ujarnya. []

Kontributor: Prycilia Grace, Priyanka Audrey, dan I Putu Eggy, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.