Pekan Komsos Nasional Online 2021, KWI Gelar Komsoslympics

PKSN Online tahun 2021 menyebarkan pesan Paus Fransisksus "Datang dan Lihatlah".

0 138

Katolikana.com – Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) telah dirayakan secara daring (online). Namun, khusus di tahun ini momen yang selalu dirayakan pada Hari Komunikasi Sosial oleh Gereja Katolik se-Indonesia, ditandai dengan ajang baru, yakni Komsoslympics.

Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI), RD Steven Lalu, mengatakan Komsoslympics adalah ajang silaturahmi komunitas-komunitas Katolik. “Ada lomba menjawab berbagai pertanyaan atau kuis seputar kekatolikan dan kegiatan ini akan diselenggarakan selama tujuh hari, mengacu pengetahuan gerejani kelompok-kelompok umat yang ada,”ujar Pastor Steven dalam rilis kepada Katolikana, Senin (16/03/2021) di Jakarta.

Dia mengatakan, ada 14 kategori yang disediakan dalam kegiatan lomba tersebut. Di antaranya adalah: kategori yang akan bertanding antara lain putra altar, Orang Muda Katolik (OMK), biarawan-biarawati, para senior (manula), anak-anak PAUD/SD/TK, dan pengurus komsos.

Imam Diosesan Keuskupan Manado tersebut mengatakan, proses PKSN online akan lebih lama karena dimulai lebih awal. “Biasanya di masa normal, kegiatan hanya digelar seminggu menjelang Hari Raya Kenaikan Tuhan (minggu kelima Paskah pada bulan Mei). Tahun lalu, kegiatan mulai dilaksanakan secara virtual di awal bulan Mei hingga awal Juni,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa seluruh proses akan berlangsung selama tiga bulan.

“Tahun ini, kita juga memeriahkannya dengan berbagai kegiatan online. Bedanya, kita sudah mulai kegiatan jauh hari sebelum bulan Mei. Launching pada 16 Maret dan memuncak pada 16 Mei,”katanya.

Peluncuran “PKSN Online 2021” dilakukan bersama seluruh awak Komsos Keuskupan di Indonesia secara virtual, yang sehari sebelumnya sudah melakukan webinar sebagai kegiatan awal. Selanjutnya, berbagai acara akan bergulir terus-menerus selama sisa bulan Maret, April, dan Mei.

Pengalaman tahun lalu, kata RD Steven, kegiatan daring ini justru memungkinkan kepesertaan umat yang lebih banyak dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Pelatihan bahkan bisa diselenggarakan lebih intensif, apalagi dikombinasi dengan pelatihan dalam jangka waktu sebulan. Hal ini menjadikan kegiatan-kegiatan selama PKSN tidak berlalu (lewat) begitu saja.

“Harapannya, pesan Paus juga makin menempel di hati masing-masing umat dan bergema lebih lama,”ujar RD Steven.

Datang dan Lihatlah

Pada tahun 2021 ini, demi menyebarkan pesan Paus, Komisi Komsos KWI menginisiasi berbagai kegiatan lomba dan pelatihan atau pendampingan. Sebut saja Lomba Content Creative Digital (tebak kata, membuat caption, cerita berantai), lomba dan pendampingan menulis opini, lomba dan pendampingan menulis di media massa, lomba dan pendampingan video bercerita, lomba dan pendampingan podcast pewartaan, lomba cipta lagu pesan paus, dan lomba video antar Komsos Keuskupan.

Sejak diselenggarakan pertama kali tahun 2014, PKSN selalu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan terkait komunikasi dan selalu didasarkan pada pesan Paus. Tahun ini, tema “Datang dan Lihatlah, Berkomunikasi dengan Menjumpa Orang Lain Apa Adanya” dilontarkan oleh Paus Fransiskus dalam pesannya di Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-55.

Masih bicara tentang persoalan komunikasi, kali ini Paus menekankan sifat hakiki sebuah komunikasi. Paus pertama asal Amerika Latin itu mengajak kita semua bergerak, datang, dan melihat sendiri serta tinggal bersama orang-orang, menjumpai mereka secara langsung.

Inilah yang disebut dalam dunia jurnalistik sebagai metode paling dasar dalam mengumpulkan kisah atau berita. Datang, melihat sendiri, dan mengumpulkan kisah merupakan prosedur paling penting sebelum semua informasi kita sampaikan kepada khalayak di media massa. Inilah bentuk komunikasi paling jujur. Dan dengan cara yang sama, iman Kristiani dikabarkan sejak awal di Sungai Yordan dan Danau Galilea.

Dengan gamblang, Bapa Suci mengapresiasi kerja wartawan seperti ini, yang selalu berupaya melakukan verifikasi secara langsung. “Kita harus berterima kasih atas keberanian dan komitmen dari begitu banyak pekerja profesional: para wartawan, para pekerja film, editor, dan sutradara yang kerap bekerja dengan penuh risiko,”ujar Paus Fransiskus seperti dikutip dari pesannya.

Pujian dan penghargaan Bapa Suci ini sekaligus sebagai bentuk ajakan secara langsung melawan sikap-sikap manipulatif dalam berkomunikasi, penyebaran informasi yang cenderung bernarasi tendensius, dan opini kosong tanpa arti yang hanya dikerjakan di meja redaksi tanpa bertemu orang.

Sebaliknya, Paus melihat secara positif berbagai sarana komunikasi saat ini dengan teknologinya yang jauh berkembang sebagai alat yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan bersama, seperti menyebarkan kisah-kisah inspiratif, cerita-cerita positif, narasi-narasi yang membangun persaudaraan dan bukan pertengkaran. Mungkin kalau Santo Paulus hidup di zaman ini, kata Paus, dia juga akan menggunakan email dan media sosial untuk menyampaikan ajaran-ajaran imannya.

Meski begitu, Bapa Suci tetap menekankan bahwa masa pandemi ini telah membuat kita semua menjaga jarak. Karena itu, tantangan untuk datang, melihat sendiri peristiwa-peristiwa dari dekat, dan mengalami langsung menjadi semakin nyata.

Saat ini, kita tidak bisa sembarangan bertemu orang secara langsung. Ada protokol kesehatan yang harus dijalani. Meski vaksinasi sudah ada, protokol kesehatan tetap harus dijalankan. “Maka, tantangan yang menanti kita adalah berkomunikasi dengan menjumpai orang-orang di mana pun mereka berada dan sebagaimana adanya,” tandas Paus yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio ini.

Kontributor Katolikana.com di Medan. Redaktur Pelaksana Menjemaat, majalah Keuskupan Agung Medan. Penulis, trainer, dan speaker di Komisi Komunikasi Sosial – Keuskupan Agung Medan. Ia aktif dan senang menulis di blog anantabangun.wordpress.com.

Leave A Reply

Your email address will not be published.