Margaretha Yuni Kreasikan Wastra Etnik Angkat Tema Nusantara

Sebagai desainer, cara untuk mampu bersaing adalah dengan mau belajar.

0 127

Katolikana.com—Pagelaran Jogja Fashion Week akhir Agustus 2022 lalu di Jogja Expo Center menyisakan makna betapa indahnya keberagaman wastra etnik seluruh daerah di Indonesia.

Salah satu desainer lokal yang fenomenal pada pagelaran Jogja Fashion Week 2022 adalah Margaretha Yuni, di bawah label Adji Raga.

MM Yuni dan karya-karyanya di bawah label Adhi Raga. Foto: Istimewa

Margaretha Yuni menampilkan batik kontemporer motif poleng yang diolah sedemikian rupa menjadi busana cantik menawan.

Desainer asal Kulonprogo ini telah mengikuti Jogja Fashion week mulai 2019, 2021, hingga 2022.

Tahun 2022, Adji Raga mengkreasikan perpaduan motif tabrak antara kain tradisional bercorak merah, putih, hitam dengan kain bertuliskan aksara jawa. Konsep ini selaras dengan tema Jogja Fashion Week 2022.

“Saya mau mengangkat tema nusantara dengan memadukan 20 persen unsur batik sebagai identitas budaya. Kemudian diperkuat dengan penggunaan bahan tenun atau lurik untuk membuat desain terlihat lebih elegan dan kuat,” ucap Margaretha Yuni.

Pagelaran Jogja Fashion Week 2022 karya MM Yuni. Foto: Istimewa

Kendala

Yuni mengakui kesulitan yang dialami yaitu ketika bersaing dengan desainer di zaman sekarang. Menurutnya, ide kreativitas para desainer zaman sekarang makin luas dan beragam.

“Namun, dengan mempertahankan ciri khas tersendiri yang menunjukkan daya tarik dan keunikan diri sendiri merupakan kunci untuk bisa bertahan” ucapnya.

Ia menambahkan, kendala menjadi seorang desainer adalah saat masa pandemi. Membutuhkan kesabaran yang ekstra dan tetap harus berjalan meski jatuh bangun pada pandemi Covid-19.

“Kendala tersebut harus tetap dilewati dan tidak boleh dihindari, lengah atau bahkan hingga berhenti,” tegasnya.

Cara Bersaing

Sebagai desainer, cara untuk mampu bersaing adalah dengan mau belajar.  Adanya kemauan belajar ini akan menciptakan kreativitas otentik.

“Belajar dapat dilakukan dengan cara apa saja seperti membaca, belajar desain online maupun belajar dengan desainer yang lebih senior,” kata Margaretha Yuni.

Wastra Etnik.

Yuni menambahkan, diperlukan kesabaran dan ketelatenan meski mengalami pasang surut supaya mampu bersaing dengan desainer-desainer zaman sekarang.

“Harus banyak belajar dan mengikuti perkembangan era saat ini. Namun, tetap mempertahankan ciri khas sehingga menunjukkan daya tarik tersendiri,” pungkasnya. (*)

Kontributor: Lucia Vanessa Dewi Lantamsari

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.