Yusuf Dio Surya Tekuni Bisnis Sablon Kaos Rohani Sejak SMA

Saat Natal, keuntungannya bisa tembus ratusan juta rupiah.

0 38

Katolikana.comSeorang pebisnis muda dan mahasiswa di kota Surakarta, Yusuf Dio Surya, sangat giat dan pekerja keras.

Dio bekerja sama dengan saudaranya merintis bisnis sablon kaos rohani sejak SMA. Ia memilih untuk fokus pada karakter design konvensi sablon rohani Kristen dan Katolik lewat brand Dodisthing dan menjualnya lewat marketplace.

Yusuf Dio Surya. Foto: Istimewa

Saat memulai bisnisnya, Dio memikirkan secara matang setiap resiko dan keuntungan yang didapatkan.

“Memulai bisnis sablon kaos rohani pada tahun 2017. Saya langsung terjun pada marketplace. Ketika itu belum banyak kompetitor dan sangat menjanjikan,” ujar Dio.

Natal Membawa Berkat

Dio mengaku, ia meraup keuntungan terbesar pada saat acara Natal. Pesanan yang datang jelang hari Natal meningkat pesat.

“Sablon kaos rohani ini meraup keuntungan paling banyak saat hari raya Natal,” ujarnya.

“Dua bulan sebelum hari raya Natal banyak pesanan untuk sablon kaos rohani. Hari Natal membawa berkat. Bisnis sablon kaos rohani dapat mencapai keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Kami mempekerjakan lima atau enam orang dalam satu hari,” ujar Dio.

Mesin sablon. Foto: Istimewa

Tantangan

Menurut Dio, bisnis sablon kaos rohani punya peluang besar, namun memiliki kesulitan sendiri.

“Sablon kaos rohani belum bisa dikatakan menjanjikan peluang besar, namun hanya pada momen tertentu saja. Misalnya buat acara gereja seperti anniversary gereja, Paskah, dan Natal,” ujar Dio.

Sejumlah tantangan dihadapinya sebagai pengusaha marketplace seperti perang harga dan kalah saing.

“Banyak produk impor yang masuk membuat bisnis kalah saing. Belum lagi harga kaos juga naik tiga tahun belakangan ini,’’ imbuhnya.

Menurut Dio setiap bisnis memiliki tantangan dan kesulitan.

“Sebagai pebisnis tidak boleh mudah menyerah, tetap berusaha. Sablon kaos rohani hanya untuk momen tertentu saja, dan bukan kebutuhan bagi konsumen. Namun, tetap setia pada tiap usaha yang dijalani,” tegasnya.

Modal

Awal mula untuk mempersiapkan bisnis sablon ini membutuhkan modal usaha yang tidak sedikit.

Modal awal yang ia persiapkan untuk bisnis sablon rohani ini mencapai Rp 11.650.000.

Modal diperlukan untuk menyiapkan mesin produksi, peralatan sablon, bahan baku sablon dan kaos, serta biaya operasional lain.

“Peralatan dan perlengkapan yang telah dibeli akan mengalami penyusutan nilai, namun tetap dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujar Dio.

“Bisnis ini tidak mudah. Banyak persaingan bisnis yang sama, persaingan harga, dan sebagainya. Namun, bisnis usaha sablon rohani ini selalu menggunakan bahan yang berkualitas,” tambahnya.

Dio mengakui marketplace sangat membantu bisnisnya. “Marketplace membuat bisnisku lebih terkenal di pasaran,” ungkapnya.

Dio jarang menemukan anak muda yang memiliki bisnis sablon kaos rohani. Hal ini menyebabkan produknya menjadi lebih laku di pasaran, karena berkurangnya persaingan bisnis.

Infografis: Tim

Strategi

Pertama, Dio meriset harga pasar terlebih dahulu. Selanjutnya, Dio menentukan bahan yang akan digunakan karena berpengaruh pada kualitas produk yang akan dijual.

Dia juga melihat bagaimana kualitas produk kompetitor yang menjual dengan harga murah namun kualitas buruk.

Setelah produk jadi, Dio memasarkan produknya melalui berbagai strategi.

Pertama: membuka online shop. Kedua, mengembangkan sistem door-to-door atau mulut ke mulut, sehingga informasi mengenai bisnisnya dapat tersebar kemana-mana.

Perkembangan bisnisnya dipengaruhi rating dan penilaian pada marketplace oleh pembeli.

Ini menjadi point tambahan dan sangat berarti bagi penjual atau owner bisnis.

“Jika suatu toko memiliki rating jelek maka akan sulit dilirik orang sehingga barang akan susah terjual. Bila sebuah toko memiliki rating bagus maka akan menaikan performa toko tersebut,” pungkasnya. (*)

Kontributor : Visakha Metta Madeline

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.