Kongres Wanita Katolik RI Lahirkan Trio Pemimpin Baru, Elly Kusumawati Handoko Jabat Ketua Presidium WKRI 2023-2028

Kongres dihadiri 600 peserta dari seluruh Indonesia.

0 464

Katolikana.com—Kongres Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) XXI yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada 27-29/10/2023 berhasil memilih Elly Kusumawati Handoko (53) sebagai Ketua Presidium WKRI 2023-2028.

Elly Kusumawati Handoko didampingi oleh Lusia Willar (57) sebagai anggota Presidium I dan Kho Hwie Hong (54) sebagai anggota Presidium II. Tiga pemimpin baru Wanita Katolik RI (WKRI) ini dikukuhkan pada hari Minggu (29/10/2023).

Satu Abad WKRI

Ketiga pemimpin kolektif-kolegial ini akan memandu organisasi massa (ormas) Katolik tertua dan terbesar di Indonesia memasuki 100 tahun WKRI pada Juni 2024.

“Ini momentum untuk bergerak bersama, melakukan perubahan bersama. Saya mengajak seluruh Wanita Katolik menghadirkan transformasi signifikan bagi Gereja dan tanah air, terutama di ambang satu abad WKRI,” ujar Elly Kusumawati Handoko sesaat setelah terpilih.

Sarjana hukum lulusan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto ini meyakini selalu ada jalan untuk mengggerakkan perubahan.

“Kami akan bahu-membahu dalam kerja pemberdayaan ekonomi melalui usaha kecil-menengah,  pendidikan, kesehatan, lingkungan, melalui tangan perempuan,” tambah Elly.

Jejak leadership Elly tercatat rapi selama 18 tahun. Ia dua kali menjadi Ketua Presidium DPD WKRI Purwokerto. Elly masuk ke lingkar Dewan Pimpinan Pusat pada 2018, menangani Bidang Kaderisasi.

Salah satu perubahan yang digagas Lusia Willar, Presidium I WKRI 2023-2028 adalah transformasi komunikasi dan pengembangan jejaring untuk memperkuat seluruh tatakelola Wanita Katolik RI, yang kini memiliki anggota hampir 100 ribu orang.

Dari ketiga pemimpin baru ini, bisa dibilang Lusi Willar satu-satunya ‘wajah lama’ di pucuk kepemimpinan WKRI.

Lusi Willar menjadi Anggota Presidium I periode 2018-2023 dan kini terpilih kembali untuk  posisi yang sama.

“Transparasi, keterbukaan, penguatan jejaring komunikasi pusat-daerah hingga ke cabang dan ranting organisasi amat perlu dibangun dengan konstruktif dan positif,” kata Lusia Willar.

Lusi Willar adalah master di bidang administrasi bisnis dari Pennsylvania State University, Amerika Serikat, dan pernah berkarya di tiga benua sebagai eksekutif multinasional industri makanan jadi.

Pimpinan baru Wanita Katolik RI 2023-2028, dari kiri ke kanan: Kho Hwie Hong (Anggota Presidium II), Elly Kusumawati Handoko (Ketua Presidium), dan Lusia Willar (Anggota Presidium I), setelah pelantikan di Jakarta pada Minggu, 29 Oktober 2023. Foto: Humas WKRI

Sentuhan Personal

“Betapa pun majunya digitalitasi komunikasi, sentuhan personal kepada para pengurus dan anggota di berbagai wilayah tanah air, terutama di wilayah-wilayah yang jarang tersentuh selama ini, rasanya patut kami prioritaskan,“ tandas Lusi.

Anggota Presidium II Kho Hwie Hong juga bukan wajah baru di Dewan Pimpinan Pusat WKRI.  Selama lima tahun terakhir, ibu dua putri ini adalah Wakil Sekretaris Jenderal.

Alumna Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini selama satu dekade lebih berkarya di WKRI Kelapa Gading ke lingkar Dewan Pengurus Pusat.

Tugas di Kesekjenan membawa ibu dua puteri ini  ke banyak arena  koordinasi.

Ia giat menjadi jembatan penghubung pusat dan daerah agar garis komunikasi DPP-DPD-Cabang-Ranting tidak terputus dan makin bertumbuh di masa depan.

Ia juga memastikan hubungan Wanita Katolik RI lintas-ormas dan lintas-kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan yang senafas perjuangan dengan Wanita Katolik RI.

Komunikasi Asah Asih Asuh

“Di sini penting sekali komunikasi berbasis asah-asih-asuh kami kedepankan. Ini fondasi WKRI, yang ditopang oleh semangat subsidiaritas dan solidaritas,” ujar Kho Hwie Hong.

Ketiga pemimpin baru ini bersepakat menggagas kerja 100 hari pertama  dengan beberapa agenda prioritas.

Antara lain, memaksimalkan kepemimpinan kolektif-kolegial dengan menggunakan elemen organisasi secara efektif.

“Kami akan melakukan koordinasi dan konsolidasi rutin dengan para pimpinan daerah,” tandas Elly.

Presidium baru ini juga menegaskan, hasil-hasil Kongres XXI dan turunannya akan segera disosialisasikan ke para pengurus daerah.

“Ini perlu komunikasi terbuka, efektif, cepat, transparan,” tambah Lusi dan Hong.

Presidium Nasional WKRI  2023-2028 sadar mereka diberi amanah memandu organisasi raksasa ini menjelang dua momentum besar: 100 tahun WKRI pada Juni 2024, dan situasi panas politik nasional di ambang pemilu.

“Kami mohon semua saudara dan saudari menyokong kami dalam doa,” ujar Elly pada pidato perdananya didampingi kedua kolega Presidium di panggung Ruang Krakatau, Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Ketiga pemimpin kolektif-kolegial WKRI akan memandu organisasi massa (ormas) Katolik tertua dan terbesar di Indonesia memasuki 100 tahun WKRI pada Juni 2024. Foto: Humas WKRI

Persaudaraan Sejati

Ketua Cabang Kupang DPD NTT Emiliana Ceunfin mengaku menemukan persaudaraan sejati.

“Saya menemukan persaudaraan sejati di ruangan ini. Saya menitip kepada pemimpin baru terpilih agar selalu bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam semangat kolektif-kolegial,” ujar Emiliana disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta Kongres.

Uskup Denpasar Dr. Mgr. Silvester San memimpin Misa Penutupan dan Peneguhan Presidium WKRI  2023-2028.

Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) RD Christian Siswantoko mendampingi Uskup Silvester bersama 12 orang imam dari berbagai  wilayah keuskupan Indonesia.

“Selamat bertugas kepada ketiga pemimpin baru dan terimakasih kepada para pemimpin demisioner. Semoga Wanita Katolik RI terus setia melayani Tuhan dan sesama,”ujar Mgr. Silvester San sebelum menutup perayaan misa.

Selama 10 tahun terakhir, Presidium WKRI dipimpin oleh Justina Rostiawati didampingi Lusia Willar dan Katarina Catri Erliana sebagai kolega presidium, dan Lies Budisantoso sebagai Sekretaris Jenderal. (*)

Kontributor: Tim Humas Wanita Katolik RI, Rani dan Amadea

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.