Menjadi Perpanjangan Hati dan Tangan Tuhan

0 12

Keluaran 19:2-6a; Roma 5:6-11; Matius 9:36-10:8

Katolikana.com – Karya penebusan Tuhan Allah adalah inisiatif dan pilihan ilahi; bukan usaha manusia.

Setelah menyelamatkan bangsa Israel dari Mesir, Tuhan Allah memanggil bangsa itu untuk menaati ketetapan dan hukum-hukum-Nya (Keluaran 19:2-6a).

Keselamatan anugerah Allah
Perjanjian ini menunjukkan bahwa keselamatan adalah anugerah—Allah bertindak lebih dulu, lalu mengundang manusia untuk menanggapi. Bangsa Israel hendaknya menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Mereka diselamatkan bukan karena mereka layak, melainkan karena hati Allah yang mencintai dan memerdekakan mereka.

Perjanjian Lama menegaskan bahwa keselamatan Allah itu tidak pernah bergantung pada usaha manusia. Itu nyata dalam fakta bahwa berulang kali bangsa Israel gagal menaati Tuhan, namun Allah tetap setia.

Kebenaran datang melalui iman
Kebenaran ini menjadi inti pengajaran Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma. Ia menegaskan bahwa kebenaran datang melalui iman, bukan perbuatan (usaha manusia). Kasih Allah adalah sumbernya; ketaatan kita adalah tanggapan berbentuk syukur.

Hati ilahi tampak nyata
Yesus membuat hati ilahi ini tampak nyata. Itulah yang Matius tulis dalam Injilnya. Berulang kali, Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan terhadap orang banyak yang terlantar, seperti domba tanpa gembala.

Ia menyembuhkan, memberi makan, dan mengajar—bukan karena kewajiban, melainkan terdorong oleh kasih Allah yang mendalam. Tangan Yesus adalah tangan Bapa yang menjamah dunia yang telah hancur.

Yesus tidak menyimpan misi ini bagi diri-Nya sendiri. Setelah menetapkan murid-murid-Nya, Ia memerintahkan mereka untuk pergi, memberitakan Kabar Baik, dan melanjutkan karya penebusan.

Tangan mereka menjadi tangan-Nya; suara mereka membawa pesan-Nya. Setiap murid diutus, sama seperti Kristus diutus oleh Bapa.

Panggilan ini berlaku bagi semua orang Kristen, bukan hanya bagi dua belas murid pertama.

Kita semua adalah murid sekaligus pewarta Injil. Mengikuti Yesus berarti menerima hati-Nya dan kemudian mengulurkan tangan kita sendiri kepada orang lain. Karya penebusan—mengampuni, menyembuhkan, mendamaikan—beralih dari generasi ke generasi melalui orang beriman biasa yang lewat hidup sehari-hari mewartakan Yesus dan karya-Nya.

Melanjutkan misi
Apakah kita memiliki komitmen untuk melakukannya? Itu berarti lebih dari sekadar percaya secara pasif, melainkan berkomitmen aktif untuk memperluas hati dan tangan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Terlalu sering, kita menerima anugerah Tuhan untuk diri sendiri tanpa membagikannya kepada orang lain. Sabda Tuhan hari ini menantang komitmen kita.

Sabda tersebut berbicara secara langsung tentang kepanjangan hati dan tangan Tuhan. Itu juga mengingatkan kita bahwa penebusan Allah bukanlah harta pribadi, melainkan anugerah yang mesti mengalir kepada sesama. Kita memperoleh keselamata dan diutus menjadi saluran keselamatan itu. Belas kasihan, kemurahan hati, dan kesaksian kita adalah tanda-tanda nyata dari Allah yang tidak kelihatan dan masih berkarya.

Marilah merenungkan komitmen kita masing-masing. Menjadi kepanjangan hati dan tangan Allah bukanlah pilihan; itu adalah konsekuensi dan tugas bagi orang yang telah diselamatkan. Semoga kita pergi, memberitakan Injil dan melayani, sehingga melalui kita, orang lain dapat mengalami kasih penebusan yang sama.

Minggu, 14 Juni 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.