Bagaikan Bejana yang Dibentuk dari Tanah Liat: “Apakah juga diisi?”

Yeremia 18:1-6; Matius 13:47-53

0 15

Katolikana.com – Sabda Tuhan pada hari ini sepintas seperti menyajikan satu kontras. Yang satu lembut dan sabar. Yang lain terasa keras dan tajam.

Benarkah demikian? Mari kita dalami dan renungkan.

Belas kasih yang besar
Lewat nabi Yeremia, Tuhan menunjukkan belas kasihan dan kesabaran yang besar. Tuhan tidak menyerah ketika melihat keadaan manusia yang digambarkan sebagai periuk atau bejana dari tanah liat.

Sedang Tuhan adalah tukang pembuatnya.

Itu mengingatkan bahwa manusia itu berasal dari tanah dan bersifat rapuh atau lemah. Sedangkan Tuhan adalah Sang Pencipta yang membentuk manusia itu dari tanah, lalu meniupkan nafas hidup ke dalamnya.

Saat tidak taat
Setelah terbentuk, manusia itu tidak taat kepada perintah dan rencana Tuhan. Buahnya, ia jatuh ke dalam dosa.

Sepertinya Tuhan gagal membentuk manusia. Namun Ia tidak menyerah; dan tetap berusaha supaya manusia kembali sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya.
Artinya, Tuhan itu bersabar dalam proses yang panjang.

Namun setiap proses akan berakhir dan mesti dilihat hasilnya. Itulah yang Injil Matius katakan. “Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana ada ratapan dan kertak gigi.”

Keputusan akhir yang tidak bisa ditawar
Di satu sisi, Tuhan Allah sabar mendampingi proses perjalanan hidup manusia. Di sisi lain, Tuhan juga menjatuhkan keputusan akhir yang tidak bisa ditawar. Yang jahat masuk ke dalam dapur api. Yang benar akan diganjar.

Lalu, apa pesan sabda Tuhan hari ini?

Pertama, Tuhan itu sabar, tetapi jangan sampai manusia menunggu sampai hari akhir baru bertobat. Semua akan terlambat.

Kedua, gunakanlah kesempatan yang ada secara bijaksana. “Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada,” demikian kata pemazmur.

Bagaimana selama ini kita menjalani hidup? Apakah kita mengisinya sesuai dengan kehendak-Nya?

Ingatlah akan hasil akhir dari proses panjang itu. Semoga kita tidak menyesal karena menyia-nyiakan waktu yang Tuhan sediakan dan kesabaran-Nya.

Kamis,30 Juli 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.