Tujuan :Membantu lansia agar makin tua makin bahagia, menginspirasi dan sejahtera.
Surakarta, Katolikana.com – Pendampingan Iman Usia Lanjut (PIUL) merupakan bagian dari program Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB) di Keuskupan Agung Semarang (KAS). PIUL bertujuan melayani umat Katolik berusia 61 tahun ke atas agar tetap bertumbuh dalam iman, tetap aktif, memiliki komunitas, bahagia di masa tua, dan merasakan pendampingan gereja secara berkelanjutan.
Mengutip data yang disampaikan Yohanes Harjanu Ariyanto Ketua Timpel PIUL, berdasarkan Data Litbang Paroki Kleco Bulan Juni 2025, umat berusia diatas 60 tahun di Paroki Santo Paulus Kleco tercatat 1.231 orang terdiri dari laki-laki 535 orang dan perempuan 696 orang. Jumlah umat keseluruhan lebih dari 5.800 orang.
Rekoleksi pendamping lansia lingkungan diadakan pada Minggu (1/3/2026) pukul 10.00 – 13.00 WIB di Ruang Berthier Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta.
Pembimbing rekoleksi Romo Florentinus Harto Subono, Pr (Ketua Komisi Lansia Kevikepan Surakarta)
Hadir mengikuti rekoleksi para pendamping lansia lingkungan 46 orang.

Melayani sebagai pilihan
Melayani menjadi pendamping lansia menurut Romo Florentinus Harto Subono, Pr merupakan pilihan. Jika pilihan itu digerakkan oleh perasaan positif dan segala aktivitasnya dijalankan dengan power atau kekuatan pelayanan maka memiliki semangat, kreativitas, sukacita dan bahagia.
Namun jika pelayanan pendampingan lansia dilakukan dalam tekanan atau paksaan (force) disertai perasaan negative maka pilihan pendampingan bagi lansia, “kalau bisa dihindari” atau mengatakan “tidak”.
Bagi para pendamping yang memiliki kesediaan diri untuk mendampingi lansia akan mengupayakan mengarah pada level cinta, sukacita dan pencerahan diri.
Namun bagi seseorang yang menghindari pelayanan pendampingan bagi lansia akan mengarah pada rasa malu, ketakutan dan kemarahan.

Permasalahan pendampingan lansia
Permasalahan yang dihadapi dalam pendampingan lansia, menurut Romo Florentinus Harto Subono, Pr adalah: “Bagaimana caranya agar dapat melayani lansia dengan sukacita bahagia?”
Kebutuhan manusia
Pada dasarnya manusia memiliki kebutuhan Tubuh (sandang, papan, kesehatan), Jiwa (kasih, penghargaan, pujian), Roh ( kedekatan dan penyembahan kepada Allah.
Kebutuhan apa yang dapat ditemukan dalam pendampingan lansia?
Kebutuhan jiwa akan perwujudan kasih dan roh perwujudan kedekatan dan pujian kepada Allah yang menjadi pemenuhan kebutuhan pendamping lansia.
Pendampingan lansia yang bertujuan membantu lansia agar makin tua makin bahagia, sejahtera dan menginspirasi akan terwujud jika terbentuk ikatan kasih dan pelayanan yang berjalan bersama memaknai, menghayati pengalaman hidup.
Selain itu pendampingan yang mampu meneguhkan pengharapan.
“Hidup menjadi tenang dan gampang kalau ada kepastian. Tahun
keselamatan Tuhan sudah datang. Kepastian akan terlaksana kalau
ada yang mengawal. Yesus Kristus mengawal sampai hidup kekal. Inilah yang perlu ditumbuhkan bagi lansia sebagai umat beriman,” kata Romo Florentinus Harto Subono, Pr.
“Dunia ini hanya bisa ditempati kalau ada kasih. Bagaimana sikap kasih sampai Tuhan? Apakah mereka mengasihi diri sendiri? Apakah mereka berhasil mengasihi sesama?” lanjut Romo Florentinus Harto Subono, Pr.
Sukacita kesadaran saat ini
Kesadaran akan memaknai ‘saat ini’ sebagai kesempatan berbuat baik, dalam analogi pertobatan, bertobat mulai saat ini, ketika mendengarkan ajaran Yesus tentang pertobatan, menjadi awal kesediaan para pendamping lansia untuk melayani.
Pendamping lansia melalui kesadaran tersebut harapannya mampu mengajak para lansia:
- Memiliki gaya doa pribadi yang menancap di hati
- Memiliki kemampuan mengubah kesepian menjadi keheningan. Dalam keheningan lansia akan mampu berhubungan lebih akrab dengan dirinya sendiri dan Tuhan
Selanjutnya Romo Florentinus Harto Subono, Pr memberikan pesan kepada para pendamping untuk memberikan peneguhan tentang sikap doa seperti halnya doa “orang Katolik kuno”:
- Mampu membedakan apa yang bisa diubah dan apa yang tidak bisa diubah
- Mengubah apa yang bisa diubah
- Menerima dan mengasihi yang tidak bisa diubah
Saat Rekoleksi bagi Pendamping Lansia Lingkungan Romo Florentinus Harto Subono, Pr mengajak merenungkan Sabda yang meneguhkan pengharapan iman dan menjauhkan rasa kekhawatiran yang seringkali dialami lansia.
Permenungan yang disampaikan : Matius 18:3. Yohanes 14:1-2. Yohanes 14:3-4 dan Yohanes 14:6.

Sambutan Ketua Timpel PIUL
Ketua Tim Pelayanan PIUL atau Lansia Paroki Santo Paulus Surakarta Yohanes Harjanu Ariyanto menyampaikan ucapan terima kasih pada pembimbing rekoleksi Romo Florentinus Harto Subono, Pr dan kehadiran peserta rekoleksi. Selain itu juga menyampaikan keberadaan bidang pendampingan lansia di paroki dan Kevikepan Surakarta.

Sambutan Kabid Pewartaan dan Evangelisasi
Ketua Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta Petrus Gian Putra Pratama, mewakili Romo Paroki dan DPPH dalam kata sambutan menyampaikan terima kasih kepada pembimbing rekoleksi Romo Florentinus Harto Subono, Pr dari Paroki Santo Yohanes Rasul Delanggu, kepada Timpel Lansia (PIUL) dan para pendamping lansia lingkungan yang telah hadir mengikuti rekoleksi.
Paroki Santo Paulus Kleco mendampingi bapak ibu para adi yuswa dalam rangkaian dan kesatuan Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan.
Harapan yang disampaikan pada para pendamping lansia lingkungan semoga dapat membagikan hasil rekoleksi dan semakin dapat menggerakkan lansia lingkungan untuk ikut kegiatan PIUL dan mendampingi dengan penuh suka cita.

Suka cita senam lansia
Senam lansia dan ice breaking yang penuh sukacita mewarnai Rekoleksi Pendamping Lansia Lingkungan. Selain menyanyikan lagu-lagu yang menghadirkan suasana suka cita, Tim PIUL Paroki atau Tim Pendamping Lansia Paroki mengajak peserta rekoleksi untuk menggerakkan badan lewat senam lansia dan ice breaking.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta