SMK Mikael Surakarta Ajak Siswa-siswi Miliki Softskill dalam LKTM

0 21

Surakarta, Katolikana.com- Sebanyak 190 siswa-siswi SMK Mikael Surakarta pada Senin-Jumat, 18-22 Mei 2026 mengikuti kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah (LKTM). Program tahunan ini diadakan di sekolah-sekolah Yayasan Kanisius Cabang Surakarta, Cabang Yogyakarta dan Cabang Semarang. Para siswa dibagi dalam 57 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari beberapa siswa.

Mereka melakukan LKTM di sekolah TK, SD dan SMP milik Yayasan Kanisius.

Tujuan LKTM
Agar para siswa dan siswi mampu memimpin diri sendiri di hadapan orang banyak, baik yang seusia, lebih tua, maupun yang lebih muda dari mereka.

Selain itu agar para siswa dan siswi mampu menguasai diri di depan orang banyak yang memiliki perbedaan latar belakang seperti budaya, pendapat, maupun emosi, juga mengenal situasi secara lebih mendalam, tetap memiliki prinsip pribadi dalam bertindak, tetap bersikap sopan, mampu menerima pendapat orang lain, dan menghargai adanya perbedaan.

SMK Mikael Surakarta merupakan sekolah kejuruan teknik yang diampu oleh Serikat Jesus.

Warisan Santo Petrus Kanisius “Jika ingin mengubah dunia, didiklah kaum mudanya”, dihidupi dengan semangat mengubah dunia, dengan cara melatih kemampuan para siswa mengarahkan orang lain menuju kepada kebaikan.

Dinamika LKTM siswa SMK Mikael Surakarta di TK Kanisius Emaculata Sorogenen Surakarta

Keperluan pribadi secukupnya
Para siswa peserta Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah (LKTM) dibekali dengan persyaratan tata tertib dan pedoman yang harus ditaati, keperluan pribadi secukupnya, uang saku pun hanya diperkenankan mengantongi dua puluh ribu rupiah.

Selain itu juga dibekali alat tulis untuk membuat catatan refleksi harian dan examen harian. Para siswa selama LKTM tidak diperkenankan membawa HP.

Sebelum pemberangkatan dilakukan brifing di Sport Centre (SC) Mikhael Surakarta. Pemberangkatan dilakukan dalam 6 kloter untuk 57 kelompok.

Selama LKTM para siswa tinggal di rumah bapak ibu guru sekolah yang ditempati LKTM.

Wawancara lewat WA
Berikut ini petikan hasil wawancara tertulis melalui WhatsApp Katolikana.com dengan Marcevano Mosses Frank Ayzeyah yang melakukan LKTM di TK Kanisius Emaculata Sorogenen Surakarta.

Marcevano Mosses Frank Ayzeyah dan Gibran Putra Yulery merupakan dua siswa Tingkat 2 SMK Mikael, Jurusan Teknik Permesinan. Dua siswa tersebut merupakan siswa dari 190 siswa yang melakukan LKTM SMK Mikael Tahun 2026.

Pembekalan yang diberikan di SMK Mikael, mendapatkan pembekalan bahwa di sekolah para siswa bukan mengajar tetapi membantu atau menemani guru dalam dinamika pembelajaran di sekolah. Selanjutnya para siswa diminta ‘mengexsplore’ sendiri sesuai kondisi yang dihadapi di sekolah.

Ketentuan yang tidak boleh dilanggar dilarang merokok, minum minuman keras, membawa, membeli rokok dan minuman keras. Selain itu siswa dilarang membawa uang lebih dari Rp 20.000,00. Siswa dilarang membawa ATM, kartu kredit, kartu debet, e-money. Siswa dilarang membawa HP selama kegiatan LKTM. Siswa dilarang menggunakan HP orangtua asuh atau orang-orang kenalan di sekitar tempat LKTM untuk menghubungi keluarga, orangtua, kerabat, dan/atau teman.

Sebelum melaksanakan kegiatan LKTM (Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah) Frank sangat khawatir karena diminta untuk mempersiapkan games untuk anak-anak.

Frank merasa cemas bagaimana nanti kalau ia mendapatkan sekolah SMP karena mereka belum diberitahu akan ditugaskan di sekolah mana dan baru di beritahu akan di tugaskan kemana beberapa menit sebelum keberangkatan.

Frank merasa cemas karena sudah mempersiapkan games dan ternyata mendapatkan SMP tentu akan kesulitan.

Tetapi ternyata setelah tahu akan live ini di sekolah TK, Frank merasa senang, karena anak TK pasti akan mudah diajak bermain bersama.

Saat sampai di TK Kanisius Emaculata Sorogenen, Frank bersama Gibran sampai disekolah jam 11.00 WIB. Disambut oleh penjaga sekolah dan langsung diantar ke ruang guru dan bertemu kepala sekolah.

Setelah berbincang sebentar Frank dan Gibran diajak untuk berkeliling sekolah, bertemu anak anak yang baru saja pulang sekolah, namun belum bisa langsung mengobrol karena mereka belum kenal.

Lalu mereka berdua bertemu guru guru TK, dibelikan makan siang dan pergi menuju rumah guru asuh Ibu Murni di Laweyan Surakarta.

Membantu guru

Selama di sekolah Frank dan Gibran membantu guru di kelas. Menertibkan anak-anak yang berisik saat menerima penjelasan dari guru, menemani anak anak saat istirahat, membantu anak anak yang kesulitan dan membantu mengecat ulang kursi dan meja yang sudah kusam warnanya.

“Bagaimana perasaan yang dialami saat mendampingi anak-anak?” tanya Katolikana.com.

Frank memberi penjelasan, pada hari pertama mendampingi anak-anak yaitu hari Selasa saya merasa takut jika tidak disukai anak anak. Namun ternyata mereka semua sangat baik dan sangat polos.

Ada beberapa anak yang awalnya malu-malu tapi pada akhirnya mereka mau berinteraksi dan malahan menjadi sangat dekat pada saya.

Apakah tiap malam melakukan examen dan refleksi?

Ya semua anak Mikael yang live in diminta membuat refleksi di setiap malam, sebagai jurnal dan alat bantu untuk merefleksikan kegiatan selama hari itu. Saya juga melakukan examen.

Manfaat apa yang diperoleh selama LKTM / live in?

Saya merasakan beberapa manfaat seperti meningkatkan kepercayaan diri. untuk berbicara di depan banyak orang, saya belajar untuk memiliki banyak kesabaran dan ketulusan hati.

Momen apa yang paling berkesan?
Hal yang paling berkesan dan menjadi ungkapan syukur harapan untuk kegiatan selanjutnya atau keesokan, doa untuk hari itu dan esok hari.

Softskill apa yang diperoleh selama live in?
Kemampuan berkomunikasi, membantu, membimbing adik-adik selama di sekolah.

“Kesan lain saya merasa sangat senang karena dapat menemani guru di kelas-kelas TK, dapat bermain dengan anak-anak kecil yang lucu dan bersyukur karena guru asuh yang baik pada kami, keluarga yang hangat.

Jujur, di hari-hari pertama saya belum merasa sangat dekat sekali dan merasa nanti di akhir tugas tidak akan terlalu berpengaruh kepada saya, namun pada akhirnya saya tetap merindukan mereka, anak-anak kecil” ujar Frank.

Dinamika LKTM siswa SMK Mikael Surakarta di TK Kanisius Emaculata Sorogenen Surakarta

Kesan guru
Sementara itu Theresia Murni guru di TK Emaculata Sorogenen menyampaikan kesan pada Katolikana.com tentang live in LKTM SMK Mikael Surakarta, senang dan bersyukur dengan adanya live in siswa Mikael. Menghadirkan suasana baru yang penuh sukacita. Siswa Mikael bersikap sopan, ramah, hangat, serta mau membantu kegiatan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.