Katolikana.com – Bacaan pertama hari ini bukan hanya tentang para pemimpin Israel pada zaman nabi Yehezkiel, melainkan para pemimpin yang nir keutamaan.
Tuhan bersabda amat keras dan tajam tentang pemimpin atau gembala bangsa Israel melalui nabi Yehezkiel, “Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri!” (Yehezkiel 34:2).
Mengapa para gembala itu celaka? Mereka tidak menggembalakan domba-domba. Mereka mengambil keuntungan dari domba-domba tanpa mempedulikan kebutuhan mereka. Yang lemah tidak mereka kuatkan, yang sakit tidak diobati, yang terluka tidak mereka balut, yang tersesat tidak dibawa pulang, yang hilang tidak mereka cari.
Malahan para gembala itu semena-mena dengan kekerasan dan kekejaman. Domba-domba itu tercerai-berai dan menjadi mangsa binatang hutan.
Apa yang akan Tuhan lakukan terhadap para gembala itu? “Aku sendiri akan melawan para gembala, dan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku” (Yehezkiel 34:10).
Para gembala itu tidak akan lagi menggembalakan dirinya dan domba-domba tidak akan menjadi makanan mereka.
Indonesia sedang mengalami berbagai krisis. Hal yang paling serius adalah krisis kepemimpinan. Sebagian diantara pemimpin yang dipercaya untuk menggembalakan bangsa Indonesia mengabaikan tugas mereka seperti yang disebut dalam alinea ketiga renungan ini.
Mereka memikirkan dirinya sendiri tidak memelihara rakyat. Mereka mengabaikan suara dan kebutuhan bangsa dan kurang bertanggung jawab.
Alih-alih menjamin dan melindungi rakyat, mereka menetapkan berbagai pungutan.
Rakyat (domba-domba) mengalami hidup sulit. Walau tanahnya subur, tetapi mengalami paceklik; hidup amat pelik. Sementara itu pemimpin berpidato kurang mau menerima kritik.
Gerakan dari bawah, baik melalui media sosial, kelompok akademisi, dan rakyat di akar rumput tidak diperhatikan. Bisa jadi karena para pemimpin itu tahu bahwa gerakan itu tanpa logistik dan dukungan kuat.
Mereka lupa bahwa ada Tuhan yang tidak akan membiarkan para gembala seenaknya dan semau-maunya.
Tuhan akan memberhentikan mereka hingga tidak akan menggembalakan dirinya sendiri lagi. Para domba tidak mampu berbuat apa -apa.
Namun ketika Tuhan turun tangan, para pemimpin itu takkan bertahan. Ini bukan soal kekuatan, melainkan tentang waktu.
Yang terjadi pada zaman nabi Yehezkiel bisa saja terjadi di zaman sekarang. Para pemimpin, gembala akan celaka karena jauh dari keutamaan, melawan Tuhan.
Rabu, 19 Agustus 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.