Di Bekasi jua, bisik klaras kujawab lirih dan tuntas: "aku tak lebih dari klaras, namun kurasa derita-Mu tak henti mengirim balas. Aku hanya selembar klaras".
TERTATIH MENUJU KASIH-MU
Di tengah malam yang dingin dan kelam
Di bawah beban salib kehidupan
Aku berjalan tertatih, penuh derita
Kehidupan terasa begitu berat dan pahit.
Seruanku seakan hilang tanpa balasan
Seolah surga menutup…
Abdul Turgenev, menetap di Jakarta. Menikmati film, seni, sastra, dan ekologi. Garapan puisinya: Fajar Api, Bunyi-bunyi Cinta Dan Satu Puisi Tentang Benci, Gejala Birahi. Instagram: abdulturgenev
Abdul Turgenev, menetap di Jakarta. Menikmati film, seni, sastra, dan ekologi. Garapan puisinya: Fajar Api, Bunyi-bunyi Cinta Dan Satu Puisi Tentang Benci, Gejala Birahi. Instagram: abdulturgenev
Ahmad Rizki, menggelandang di Tangerang Raya. Sekarang menjadi buruh harian lepas buat menutupi hidup sehari-hari, dan sesekali belajar sastra, seni dan disiplin sejenisnya.
Ahmad Rizki, Menggelandang di Tangerang Raya. Sekarang menjadi buruh harian lepas buat menutupi hidup sehari-hari, dan sesekali belajar sastra, seni dan disiplin sejenisnya.
Ahmad Rizki, menggelandang di Tangerang Raya. Sekarang menjadi buruh harian lepas buat menutupi hidup sehari-hari, dan sesekali belajar sastra, seni dan disiplin sejenisnya. Korespondensi: ahrizki048@gmail.com & Instagram: @ah_rzkiii
Putra Niron. Pria kelahiran Dili 1991 ini jatuh cinta pada tulisan Sapardi Djoko Damono dan Joko Pinurbo. Telah menerbitkan tiga kumpulan puisi, Penyair bukan Kami; Kami dan Perjamuan Terakhir; dan Mata Cermin. Alumni STFK Ledalero ini…