Alasan Keamanan, India Batalkan Asian Youth Day

0 936

Katolikana.com – Pertemuan pemuda katolik se-Asia atau Asian Youth Day (AYD) yang sedianya berlangsung pada Oktober 2021 di India terpaksa dibatalkan karena alasan keamanan.

Pembatalan tersebut terungkap dari Uskup Nazarene Soosai dari Kottar, seperti dilansir ucanews.org. Ia mengatakan bahwa pihaknya terpaksa membatalkan pertemuan pemuda katolik se-Asia.

“Negara kami diberi tanggung jawab untuk menyelenggarakan Asian Youth Day (AYD), sebuah acara besar yang mempromosikan kaum muda di tingkat tertinggi di mana mereka dapat mengedepankan pandangan dan gagasan mereka dan menyuarakan keprihatinan mereka. Sayangnya, kami tidak akan dapat memberi mereka platform itu,” kata Soosai dari Kottar.

Ia melanjutkan, setelah berkonsultasi dengan otoritas yang lebih tinggi, diputuskan bahwa lebih baik untuk membatalkan acara tersebut karena skenario saat ini tidak memungkinkan kita untuk mengadakan program.

“Kami berharap bahwa akan ada perubahan pemerintahan pada 2019, tetapi itu tidak terjadi dan situasi saat ini juga tidak terlihat baik,” ujar Soosai yang mengepalai komisi para uskup India untuk kaum muda.

Pastor Chetan Machado, Sekretaris Dewan Pemuda Konferensi Waligereja India menambahkan, ada beberapa alasan program AYD di India itu batal. Alasan utamanya, kata Machado, adalah pemberian visa kepada pengunjung.

“Negara ini sedang mengalami masa-masa sulit. Para tamu dari negara-negara tetangga akan menghadapi masalah visa dan bahkan jika mereka mendapatkan visa, pergerakan mereka akan dibatasi di tempat tersebut,” ujarnya.

Secara resmi, kata Machado melanjutkan, kita akan berkomunikasi dengan Asia Youth Desk tentang ketidakmampuan kita untuk menyelenggarakan program ini setelah pertemuan para uskup pada bulan Februari.

Sebelumnya, delegasi pemuda Katolik India menerima Salib AYD dari para pemuda katolik Indonesia rekan-rekan mereka di akhir acara 2017 di Yogyakarta. Serah terima itu sebagai tanda bahwa India bersedia menjadi tuan rumah AYD 2021.

Untuk diketahui, saat ini isu intoleransi menguak di India. Seperti dilansir dari cruxnow, pada 28 Desember lalu, beberapa pria ditangkap setelah dituduh berpose dengan Alkitab di luar kuil Hindu di negara bagian Andhra Pradesh, India selatan. Di hari yang sama, sebuah gereja Kristen dirusak. Menurut Presiden Global Council of Indian Christians (GCIC), sebuah kelompok advokasi Kristen yang berbasis di Bangalore, Sajan K. George, dua insiden itu merupakan indikasi meningkatnya intoleransi terhadap agama Kristen.

Asian Youth Day (AYD) adalah kegiatan berskala internasional yang diselenggarakan oleh Federasi Konferensi Waligereja Asia, Kantor Awam dan Keluarga, Desk Pemuda dan negara tuan rumah.

Kegiatan ini pertama kali terselenggara di Hua Hin, Thailand pada tahun 1999, Taipei, Taiwan (2001), Bangalore, India (2003), Hong Kong (2006), Imus, Filipina (2009), dan Daejeon, Korea Selatan (2014). Paus Fransiskuus menghadiri acara AYD di Korea Selatan.

Pertemuan selama seminggu memungkinkan para pemuda Katolik dari seluruh Asia untuk belajar dalam kondisi kultur budaya yang berbeda-beda. Kegiatan di AYD meliputi doa, forum, dan lokakarya untuk memperkaya, menginspirasi, dan memperbarui kehidupan spiritual anak muda Katolik di seluruh Asia.

Wartawan Katolikana.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.