Bina Iman Anak Katolik (BIAK) Penting untuk Membangun Keutamaan Hidup Kristiani Teologal dan Kardinal

Peran Teknologi dan Keluarga Memungkinkan BIAK Dilaksanakan Selama Masa Pandemi.

0 67

Katolikana.com—Anak-anak merupakan berkat dari Tuhan. Karena itu, mereka harus menjadi perhatian utama dan prioritas keluarga, masyarakat, dan Gereja.

Menurut Seri Dokumen Gerejawi nomor 103, anak-anak merupakan anugerah dan suka cita bagi Gereja maupun keluarga. Tuhan dapat memperbaharui dunia melalui anak-anak.

Masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi Gereja dan keluarga dalam mengembangkan kepribadian, kerohanian, serta iman pada anak usia dini.

Gereja dan keluarga perlu memperhatikan pertumbuhan serta perkembangan iman seorang anak, terlebih dalam kondisi pandemi di mana mereka tidak dapat bertemu dengan orang lain secara langsung.

Gereja dan keluarga harus saling bekerja sama untuk menjadi media pewartaan dalam membina iman anak Katolik.

Kegiatan Bina Iman Anak Katolik (BIAK) menjadi salah satu media yang dapat dimanfaatkan oleh Gereja dan keluarga.

Menyiapkan Generasi Penerus Gereja 

Pastor Paroki Kumetiran Yogyakarta Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr, mengatakan penting bagi Gereja dan keluarga untuk mengadakan kegiatan Bina Iman Anak Katolik (BIAK).

Meski terhambat karena semua serba online, dibantu dengan teknologi dan peran keluarga, kegiatan tersebut pasti dapat terlaksana.

Istilah BIAK di Keuskupan Agung Semarang biasanya disebut Pendampingan Iman Anak (PIA) dan Pendampingan Iman Remaja (PIR).

“Di Paroki Kumetiran, kegiatan PIA dan PIR masuk dalam program Paroki. Jadi, harus tetap berjalan meskipun pandemi,” ungkap Romo Santo saat ditemui di Gereja Kumetiran Yogyakarta, Rabu (7/4/2021).

BIAK bertujuan memperkenalkan dan menanamkan kehidupan kristiani. Sehingga, anak tidak hanya mendengar dan meniru berdasarkan ‘katanya’ saja.

Seorang gadis kecil tersenum ketika dipeluk oleh Paus Fransiskus saat audiensi Hari Minggu di Roma. Foto: CNS/Reuters/Giampiero Sposito

Keutamaan Hidup Kristiani Teologal dan Kardinal

Menurut Romo Santo, kegiatan BIAK dapat menjadi dasar untuk memenuhi keutamaan hidup kristiani teologal, yaitu iman, pengharapan, dan kasih.

Hal ini dikatakan oleh Rasul Paulus dalam 1 Kor 13:13: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih”.

Menurut Romo Santo, jika anak mampu memenuhi keutamaan teologal, anak juga mampu memenuhi keutamaan kardinal yaitu kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan juga penguasaan diri.

Keutamaan itu kelak akan berguna untuk kehidupan anak di masa depan.

Dengan begitu, anak dapat dipersiapkan untuk berani menjadi pewarta kasih Tuhan dalam masyarakat. Yang terpenting: makin bijaksana dalam penguasaan diri dalam meneladani nilai hidup Kistiani.

Harus Saling Bersinergi

Keluarga punya peran penting dalam pembinaan iman anak. Saat pandemi, anak menghabiskan lebih banyak waktunya bersama orang tua di rumah. Keluarga harus dapat mengambil peran aktif dalam membina dan mengajarkan nilai-nilai kristiani kepada anak.

“Orang tua dapat mengajak anak untuk langsung melihat stuasi riil supaya anak tidak hanya mendengarkan ajaran orang tua seperti dongeng. Anak ‘kan bisa merasakan,” ujar Romo Santo.

Tujuannya, anak dapat berperan aktif dalam Gereja dan masyarakat seperti ikut tergabung dalam komunitas di gereja.

Platform Digital

Perkembangan teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu orang tua dalam memberikan pengajaran Bina Iman Anak.

Beragam platform yang berisi video ajaran agama Katolik dapat diperlihatkan dan diceritakan kembali oleh orang tua.

Salah satunya, mengajak anak untuk mengikuti perayaan ekaristi secara online. Meskipun anak belum paham betul, hal tersebut dapat dilakukan agar anak mengerti tata cara beribadah dan mengenal petugas liturgi serta perannya.

Orang tua dapat melakukan konsultasi dengan Romo melalui aplikasi WhatsApp jika terdapat ajaran gereja yang belum dikuasai.

Dengan kata lain, orang tua dan teknologi juga harus bisa ‘bekerja sama’ agar anak siap memiliki kedewasaan iman.

Selain Romo, salah satu komunitas anggota Gereja yang memiliki andil dalam pembinaan iman anak adalah Pendamping PIA.

PIA Kumetiran mengembangkan pembinaan iman anak dengan memanfaatkan platform Youtube.

Tiada hal yang dapat menghambat kita untuk terus berusaha memaksimalkan pembinaan iman anak katolik.

Dengan pembinaan iman yang baik, anak akan keluar sebagai rasul awam yang siap mewartakan Injil dan kasih dengan berbekal keutamaan hidup kristiani dan teladan Yesus Kristus.[]

Kontributor: Elisabeth Rena, Dian Lestari, Angela Gina, Iwan Marpaung (Universitas Atma Jaya Yogyakarta)

 

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.