Romo Robertus Budi Purwantoro Pr, Antara Pewartaan, Lagu, dan Kaum Muda

Mencipta Lagu Reflektif sebagai Bentuk Pewartaan Iman Katolik

0 28

Katolikana.com—Bagai api yang terus berkobar dan makin membesar saat tertiup angin kencang. Itulah gambaran semangat pewartaan Romo Robertus Budi Purwantoro, Pr alias Romo Budi ‘Salam’.

Ia punya cara unik untuk melakukan pewartaan. Menggabungkan rasa dan nada, terciptalah sejumlah lagu reflektif sebagai bentuk pewartaan iman Katolik.

Meski baru merilis lagu pada 2018, Romo Budi telah mencipta lagu reflektif sejak menjadi Frater di Seminari Tinggi St. Paulus bersama Romo In Nugroho Budisantoso, SJ.

“Ada beberapa orang yang tersentuh dan terteguhkan setelah melihat dan menikmati lagu kami,” sambung Romo Budi.

Pewartaan, Lagu, dan Kaum Muda: Paket Komplit

Musik bagi Romo Budi merupakan bentuk ekspresi. Tidak hanya ketika mengekspresikan serta menciptakan, proses refleksi juga turut melingkupi hingga akhirnya tercipta berbagai lagu indah.

“Saya memang menyukai dan menikmati musik dan lagu. Dalam mengkreasikan sebuah lagu, saya melewati proses merenung. Lalu, mencoba mengolahnya dengan merdeka,” ujar Romo Budi saat dihubungi Katolikana, Kamis (3/4/2021).

Romo Budi menambahkan, goals yang akan tercapai adalah mencoba untuk mewartakan sebuah pesan.

Melalui lagu yang dibuatnya, sebuah pesan dengan nilai keindahan, kebenaran, dan kebaikan akan tersampaikan kepada masyarakat luas.

Orang muda yang berkecimpung di bidang musik dan lagu menjadi alasan Romo Budi dalam memilih untuk menggarap lagu reflektif dan menyanyikannya.

Cara yang terbilang cukup sederhana ini mampu menjaring kaum muda untuk ikut bersama dalam mengkreasikan sebuah lagu refleksi sebagai media pewartaan.

“Jika ingin berjalan bersama, merasakan dunia dan perasaan orang muda, kami harus masuk ke dalamnya dan mengikuti irama mereka,” kata Romo Budi.

“Juga memfasilitasi kaum muda untuk bernyanyi dan menciptakan kreasi dalam menawarkan narasi kebaikan dan refleksi kehidupan,” sambungnya.

Kolaborasi Romo Budi, Romo In Nugroho, dan sejumlah orang muda Katolik menghasilkan 11 lagu reflektif yang diunggah di kanal YouTube BudiVam dan Tambo Jentera Muda.

Sebuah konser dengan tajuk “SAHABAT” pernah digelar dengan konteks refleksi saat pandemi.

Ke depan, Romo Budi dan orang muda Katolik akan membuat lagu dan konser bersama.

Dengan menggabungkan lagu, lirik, dan talenta kaum muda dalam aransemen, bermusik, dan membuat video klip, terciptalah lagu reflektif yang ditonton ratusan orang—sebuah media pewartaan yang efektif dan khas.

Melihat Dunia Lebih Luas

Dalam salah satu lagunya, Romo Budi mengajak masyarakat, khususnya kaum muda untuk melihat aneka ragam hidup manusia dengan martabat yang sama.

“Seperti kata Paus Fransiskus, dunia ada untuk setiap manusia karena semua dari kita lahir dengan kesamaan martabat,” ujar Romo Budi.

Romo Budi ingin mengajak kita untuk tetap menghargai sesama tanpa mengistimewakan apa pun yang dimiliki.

Seperti pesan lagu ‘Bagai Pelangi’: berangkat dari kebersamaan di antara manusia dapat menyuburkan karakter manusiawi manusia.

“Kita pun diajak untuk tidak membangun kebaikan dengan ekskusif melainkan dengan kasih sayang, pengorbanan dan kebebasan,” ujarnya.

Romo Budi menambahkan, langit biru dan bumi yang satu adalah untuk semua, bukan untuk sebagian manusia saja.

Kebersamaan yang digambarkan dalam lagu reflektif, diharapkan memberikan nilai hidup dan menjadi kabar gembira bagi seluruh manusia.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat terdorong untuk melihat dunia lebih luas.

OMK Sebagai Penerus Pewarta

Di akhir perbincangan Romo Budi menyampaikan bahwa Gereja percaya kepada Kaum Muda. Menurutnya, OMK merupakan anak Allah yang memimpin dirinya dan sekitar, serta memiliki talenta dan potensi yang unik.

“Saya berharap, talenta yang dipunya oleh kaum muda dapat menjadi sarana  untuk makin melahirkan dirinya menjadi aktual dan eksplisit,” tandasnya.

“Dengan begitu,” lanjutnya, “kaum muda dapat makin Katolik, kreatif, dan kontributif untuk Gereja dan masyarakat melalui bidang apa pun.” []

Kontributor: Elisabeth Rena, Dian Lestari, Angela Gina, Iwan Marpaung (Universitas Atma Jaya Yogyakarta)

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.