Mengenang Pak Errol: Guru dan Legenda Radio

0 79

Katolikana.com – Selasa siang 25 Mei 2021, saya sedang scrolling layar handphone, ketika sebuah notifikasi WA masuk membawa kabar duka berpulangnya CEO Suara Surabaya, Errol Jonathans.

Ingatan saya langsung terbang ke momen 21 tahun yang lalu, pertemuan pertama saya dengan Pak Errol. Saat itu saya adalah mahasiswa baru di Jember – Jawa Timur yang mencoba mencari uang tambahan dengan bekerja sebagai penyiar di sebuah stasiun radio baru disana.

Kala itu Pak Errol dihadirkan demi memberikan suntikan semangat dan motivasi kepada kami para penyiar yang hampir menyerah, karena setahun berlalu sejak rekrutmen, radio tempat kami bekerja belum diijinkan untuk mengudara.

Disela kesibukan beliau menghadiri acara PRSSNI di Jember, beliau bersedia meluangkan waktu untuk bertemu kami, calon – calon penyiar dari sebuah radio baru yang entah kapan bisa mengudara. Pertemuan malam itu tidak lama, hanya sekitar satu jam. Pak Errol bercerita bagaimana beliau membangun Suara Surabaya, salah satu pioneer radio berita di Indonesia.

Kepada kami beliau juga berpesan, supaya selalu memberikan yang terbaik. “Jika kamu selalu bekerja sebaik mungkin, yakinlah kamu kan memetik hasilnya, mungkin tidak saat ini juga, tapi sabar saja dengan prosesnya, nanti juga kelihatan (hasilnya)” begitu pesan Pak Errol kala itu.

Sejujurnya tidak banyak lagi detil pertemuan malam itu yang saya ingat, namun yang saya ingat betul, waktu itu Mas Haris (pimpinan radio saya) dan Pak Errol ngobrol sejenak dan beliau berdua mengatakan kepada saya, bahwa jika saya memang menyukai dunia penyiaran, saya akan cocok untuk siaran di radio berita seperti Suara Surabaya atau Elshinta.

“Kamu kalau nanti sudah lulus kuliah, bisa siaran di SS kalau di Surabaya, atau kalau ke Jakarta, coba ke Elshinta” begitu kata Pak Errol saat itu. Beliau juga berpesan, kalau sudah panggilan hati menjadi penyiar radio, jangan ragu-ragu untuk menjadi penyiar radio profesional.

5 tahun setelah pertemuan malam itu, saya betul-betul mewujudkan pesan beliau kepada saya. Saya diterima menjadi penyiar di radio berita di Jakarta dan berkarir selama kurang lebih 7 tahun sebagai penyiar radio profesional.

Meskipun pertemuan kami singkat, namun sosok Pak Errol sangat membekas di hati saya, karena kata-kata beliaulah saya menekuni dunia radio sampai saat ini. Saya sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk mengucapkan terimakasih secara langsung kepada Pak Errol saat mengikuti Pelatihan Broadcasting yang diadakan Radio Katolikana awal Mei lalu.

Pak Errol yang sudah berusia 60an, dan sudah hampir 40 tahun menggeluti dunia radio, masih sama dengan pak Errol yang saya temui 21 tahun yang lalu. Semangat, energi dan kecintaan beliau pada dunia radio tidak pernah surut. Sungguh suatu kehormatan, saya pernah menimba ilmu langsung dari Sang Legenda.

Selamat Jalan Pak Errol…..

Kontributor: Regina, penyiar Radio Katolikana

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.