Gerakan Rabu Pon: Berpuasa dan Berdoa dalam Diam, Secara Pribadi, Demi Kedamaian Indonesia

Putri Timur dan Nana Padmosaputro menginisiasi Gerakan Rabu Pon sebagai ajakan agar berdoa atau berpuasa untuk Presiden Indonesia dan kedamaian Indonesia.

0 1,144

Katolikana.com—Kegiatan berdoa atau berpuasa setiap hari Rabu Pon ini merupakan ide Putri Timur yang dijalankan bersama rekannya, Nana Padmosaputro.

Selain menjalankannya secara pribadi, melalui media sosialnya, mereka juga mengajak semua masyarakat untuk berpartisipasi.

Putri Timur. Foto: Istimewa

Putri menjelaskan gerakan ini didasari oleh situasi Indonesia, di mana hal kecil bisa memicu terjadinya konflik. Akhirnya mereka berpikir untuk menciptakan solusi tanpa menimbulkan persoalan baru, dan tirakat adalah solusinya.

“Saya percaya kalau kita tirakat maka energi yang terpancar keluar akan membuat orang sekeliling juga terpengaruh,” jelasnya.

Dia menambahkan, lebih baik menyebarkan hal positif yang membawa dampak bagi banyak orang. Selain itu, tirakat juga sangat relevan dengan prinsip hidup orang Indonesia yang sesungguhnya karena sejak dahulu leluhur kita telah mengajarkan tirakat.

Bagi Putri, isu yang mendasari adalah tanggung jawab moral terhadap generasi berikutnya, tentang identitas Indonesia yang dibangun di atas keberagaman.

Gerakan Rabu Pon

Dinamakan Gerakan Rabu Pon, karena Rabu Pon adalah weton Jokowi. Kebetulan, Prabowo, ‘lawan’ Jokowi dalam Pilpres 2019 memiliki weton yang sama. Jadi gerakan ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya konflik.

Nana menambahkan, selain karena dirinya dan Putri terbiasa melakukan puasa weton untuk kepentingan diri sendiri, dia juga sangat tertarik dengan kinerja Jokowi.

“Ini bukan tentang menggiring opini, melainkan membangun kesadaran untuk memilih pemimpin yang tepat,” ujarnya.

Nana Padmosaputro. Foto: Twitter @nanapadmo

Nana juga berharap agar Indonesia tetap baik-baik saja. Tetap dipimpin oleh orang bijaksana, menghargai perbedaan, dan menghargai sumber daya alam yang tersedia.

“Makanya aku setengah mati mengggunakan medsos untuk mengedukasi masyarakat, karena aku bukan siapa-siapa,” lanjut Nana.

Keduanya menegaskan bahwa yang terpenting di sini bukan sosok Presidennya, melainkan value yang dimiliki. Jadi, siapa pun yang menang waktu itu, gerakan ini tetap dilakukan.

Tanggapan Publik

Putri mengakui, sejauh ini teman-teman di media sosial memiliki pandangan sama, sehingga tidak ada persoalan. Berbeda dengan Nana, ia berulang kali diserang oleh komentar-komentar negatif. Hanya saja dia memilih tak mengacuhkan.

Keduanya mengedukasi masyarakat dengan cara berbeda. Putri menggunakan komunitas, sementara Nana memanfaatkan media sosial.

Gerakan ini sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pribadi untuk menjalankannya sesuai keyakinannya.

Mereka mengisahkan, setelah ajakan ini diunggah, tak sedikit orang mengakui telah mendoakan Presiden dan Indonesia dengan cara mereka sendiri. Bahkan mereka melakukannya jauh sebelum gerakan ini hadir.

“Ini hanya wadah untuk menunjukkan bahwa kita tidak sendirian,” tambah Nana.

Kegiatan ini akan terus berlanjut atau berujung di 2024. Keduanya menjawab bahwa gerakan ini akan tetap dilakukan, disesuaikan dengan weton Presiden berikutnya.


Beberapa Alternatif yang bisa dipakai dalam tirakat:

1: Cara Puasa ala Ramadhan

Berpuasa sejak hari Rabu subuh,dan diakhiri dengan buka puasa pada Rabu maghrib.

2: Menggunakan Waktu ala Kejawen

Puasa dimulai pada hari Selasa pukul 18.00, diakhiri dengan buka puasa saat Rabu Magrib esok harinya. Menurut kalender kejawen, saat matahari terbenam di hari Selasa, itu sudah termasuk hitungan hari Rabu.

Jika Anda adalah Kejawen yang percaya bahwa pergantian hari dimulai pada pukul 15.00, maka puasa ini dimulai pada hari Selasa, pukul 15.00 dan diakhiri esok harinya di jam yang sama.

3: Bagi yang terbiasa melakukan puasa weton secara ngapit (menjepit hari), bisa dilakukan selama tiga hari (Selasa-Rabu-Kamis).

4: Puasa terseleksi, misalnya hanya mengkonsumsi umbi-umbian, buah, atau sayuran.

5: Dzikir

6: Doa setelah Sholat

7: Melakukan puja bagi umat Hindu

8: Doa Novena atau Rosario bagi umat Katolik

9: Membuat bubur merah putih

10: Meditasi

11: Doa Pribadi

Setiap orang bebas menentukan cara yang akan digunakan. Hal yang terpenting adalah niat untuk menyatukan hati dan jiwa, agar diberi perlindungan, pertolongan dan kekuatan, dalam melakukan kebaikan dan pengabdian terhadap ibu pertiwi. Demi kesejahteraan, kemajuan dan kedamaian Indonesia secara menyeluruh.**

Perempuan yang gemar membekukan kenangan dalam bentuk tulisan dan gambar. Hobi  membaca, dan juga pencinta kucing. Mahasiswa asal NTT, Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Leave A Reply

Your email address will not be published.