Esa Jingga Saputra: Anak Muda Harus Berani Berkarya

Mahasiswa Jurusan D3 Desain Komunikasi Visual Universitas Sebelas Maret Surakarta angkatan 2021 ini ingin menjadikan menggambar sebagai profesi.

0 32

Katolikana.com—Bagi sebagian orang, menggambar merupakan kegiatan sia-sia dan dianggap buang-buang waktu.

Bagi Esa Jingga Saputra (19), menggambar bisa menjadi hobi dan kegiatan positif karena dapat menghasilkan karya indah.

Esa mengaku sejak kecil menyukai kegiatan menggambar. “Saya mulai belajar menggambar sejak saya mengetahui minat dan bakat saya, sekitar kelas 3 atau 4 SD,” ujarnya.

Dia menekuni dunia gambar secara autodidak. “Untuk belajar menggambar, saya autodidak. Biasanya mencontoh gambar dari Google, Pinterest, atau menonton tutorial di Youtube, Tiktok, Instagram, lalu saya coba sendiri sampai saya bisa,” jelasnya.

Esa Jingga Saputra. Foto: Istimewa

Lomba dan Pameran

Untuk mengembangkan bakatnya sekaligus menata masa depannya sebagai desainer, Esa masuk ke Jurusan D3 Desain Komunikasi Visual Universitas Sebelas Maret Surakarta angkatan 2021.

Tidak hanya menggambar untuk bersenang-senang, Esa Jingga beberapa kali mengikuti perlombaan maupun pameran yang diadakan oleh sekolah maupun kampus.

“Saat SD-SMK saya pernah mengikuti beberapa perlombaan menggambar. Saat kuliah, saya belum pernah mengikuti perlombaan tetapi pernah mengikuti pameran,” jelas Esa.

Dia sering mengikuti perlombaan yang diadakan sekolah, pernah mengikuti perlombaan melukis dan kaligrafi tingkat kecamatan sampai Jabodetabek. Perlombaan tersebut diadakan oleh kementerian agama atau kementerian pendidikan.

Dia pernah mengikuti pameran yang dilaksanakan oleh kampusnya, pada Maret 2022.

Ia pernah menjuarai perlombaan di dalam maupun luar sekolah, bahkan pernah direkomendasi untuk mengikuti perlombaan tingkat Jabodetabek.

Selama mengikuti perlombaan di sekolah, dia sering mendapat juara 1 atau 2.  Tetapi jika lomba di luar sekolah, biasanya dia menjadi juara 1 dan 2 perlombaan kaligrafi Arab.

Untuk lomba lukis, dia belum pernah menjuarai, biasanya hanya direkomendasi untuk mengikuti perlombaan tingkat Jabodetabek.

Suka Duka

Menjadikan hobi sebagai minat maupun profesi tentunya memiliki kesenangan tersendiri karena dapat mengerjakan sesuatu yang disukai.

“Saya bisa mempunyai banyak teman dan pengalaman karena menggambar. Saya juga merasa senang saat menggambar,” ujar Esa.

Namun, Esa mengaku bahwa masih banyak orang kurang menghargai karyanya sehingga dia kurang mendapat apresiasi.

“Dukanya kadang ada orang yang kurang bisa menghargai karya atau gambar. Kadang dalam menggambar saya mengalami art block atau tidak mendapat inspirasi,” tegasnya.

Mengasah Kemampuan

Menurut Esa, untuk menjadikan gambar sebagai profesi, diperlukan banyak latihan menggambar untuk meningkatkan kemampuan.

“Untuk tips dan trik menurut saya cukup coba untuk minat dalam menggambar dan perbanyak latihan menggambar. Dengan melakukan dua hal tersebut kemungkinan kemampuan menggambar kita akan makin meningkat,” ujarnya.

Esa menceritakan pengalaman temannya yang bisa dibilang terlambat tertarik dengan dunia gambar. Namun dengan ketekunannya, dia bisa menghasilkan berbagai karya yang bisa dinikmati.

Dia sering mencoba, melihat tutorial dari sosial media, serta meminta saran kepada saya dan teman lain yang biasa menggambar.

“Setelah cukup lama dia mencoba, kemampuan menggambar semakin meningkat. Bahkan sekarang dia mulai beranjak ke gambar digital,” jelas Esa.

Menurut Esa, orang yang merasa tidak punya bakat menggambar sejak kecil bukan berarti tidak akan pernah bisa menggambar.

“Semua orang akan bisa jika memang punya keinginan dan tekat yang kuat untuk mencoba,” tutupnya.

Pengalaman Esa Jingga menunjukkan bahwa ketekunan, konsistensi, dan semangat untuk selalu belajar menjadikan seseorang bisa menghasilkan karya.

Kontributor: Zefanya Pilar Tiarso

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.