Mgr. Agus: Jangan Jadi Biasa, Pendidikan Harus Menangkap Imajinasi Liar

Pendidikan harus punya imajinasi liar agar bisa menangkap kesempatan-kesempatan yang masih dianggap sebagai utopia bagi sebagian orang.

0 49

Katolikana.com—Pendidikan di zaman sekarang tidak lagi bisa ditangani dengan cara-cara yang biasa, tetapi harus dengan cara yang dinamis demi mengejar ketertinggalan. Bahkan harus punya ‘imajinasi liar’ agar pendidikan bisa menangkap kesempatan-kesempatan yang masih dianggap sebagai utopia bagi sebagian orang.

Itulah inti pesan yang diwejangkan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dalam siaran pers penggabungan Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Grha Arta Khatulistiwa dengan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (USA), Rabu (3/8/2022).

“Sebagaimana yang disampaikan oleh Pastor Robini, tentang imajinasi liar, begitu juga dengan visi kita tentang pendidikan di Keuskupan Agung Pontianak, jangan menjadi biasa-biasa saja. Apalagi kita dihadapkan dengan perkembangan zaman yang kian cepat berubah. Kita harus bangkit dari ketertinggalan ini,” terang Mgr. Agus.

Sebelumnya, Pastor Dr. Johanes Robini Marianto, S.Fil., M.A, OP selaku Ketua Yayasan Landak Bersatu —yayasan yang mengelola USA—memang menyinggung tentang pentingnya menangkap “imajinasi liar”. Pastor Robini menyebut pendidikan berfungsi untuk menangkap imajinasi tentang kemajuan yang belum pernah dibayangkan orang sebelumnya.

“Justru karena adanya imajinasi liar itulah yang menjadi awal pijakan dalam gerakan-gerakan mustahil, yang bagi sebagian orang dianggap sebatas utopia. Untuk membuktikan hal itu, gerakan tersebut bisa digapai dengan dukungan untuk menangkap imajinasi liar tentang kemajuan dan potensi pendidikan di Kalimantan Barat,” tutur Pastor Robini.

Siaran pers penggabungan AKUB Grha Arta Khatulistiwa dengan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Foto: KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak.

Misi Utama Gereja Katolik dari Dulu hingga Kini

Dalam kesempatan yang sama, Mgr. Agus kembali mengingatkan misi dari Gereja Katolik yang paling utama adalah tentang pendidikan.

Pendidikan yang dimaksudkan oleh uskup kelahiran Sanggau ini adalah gerakan untuk kepentingan semua orang tanpa memandang ras dan agama. Mgr. Agus menyebut, sejak pertama kali Gereja Katolik masuk ke Kalimantan Barat, mulai dari saat itulah sudah menjadi misi dari Gereja Katolik untuk mengembangkan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan di Kalimantan Barat. Berdirinya USA adalah sebagai tanda hadirnya Gereja Katolik di tengah masyarakat dalam misi pelayanan pendidikan.

Keberadaan USA juga menjadi bukti nyata bahwa universitas Katolik ini terbuka untuk seluruh masyarakat. “Memang Universitas (Katolik) Santo Agustinus (Hippo) sebagai sebuah universitas (Katolik), tetapi tidak berarti hanya orang Katolik yang bisa ambil bagian,” tegas Mgr. Agus.

“Karena Gereja Katolik hadir untuk keselamatan umat manusia. Yesus hadir untuk umat manusia, tidak pernah memaksa-maksa orang untuk ikut agama Katolik,” lanjutnya lagi.

Sementara itu, Angelina Carolin, S.E., M.M., sebagai anggota Dewan Pembina Yayasan Pelita Kasih—yayasan yang sebelumnya mengelola AKUB Grha Arta Khatulistiwa—juga menyimpan harapan.

Setelah bergabungnya AKUB Grha Arta Khatulistiwa ke Yayasan Landak Bersatu dan akan segera menjadi Fakultas Ekonomi Bisnis di USA, Angelina berharap institusi tersebut dapat menjadi lebih berkembang dan lebih maju. Terutama dalam hal kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Semoga AKUB (Grha Arta Khatulistiwa) di tangan Yayasan Landak Bersatu semakin maju, semakin besar, dan pastinya semakin jaya,” harap Angelina.

Kontributor: Samuel, Anggota Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak.

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.