Komunitas Relawan Grigak dan Orang Muda Katolik Paroki Santo Yusuf Bandung, Gunungkidul Gelar Kemah Bareng di Rumah Grigak

Mengenal Semangat Rama Mangun Melalui Persahabatan dengan Alam di Kawasan Eco-Camp Mangun Karsa Pantai Grigak

0 136

Katolikana.com—Komunitas Relawan Grigak berkolaborasi dengan Orang Muda Katolik (OMK) dan umat wilayah Panggang Paroki Santo Yusuf Bandung, Gunungkidul menyelenggarakan program Kemah Bareng di Kawasan Eco-Camp Mangun Karsa, Pantai Grigak, Sabtu-Minggu (30-31/7/2022).

Kemah bertajuk persahabatan dengan alam ini bertujuan untuk bertransformasi menjadi pribadi berkarakter ekologis yang terpesona kepada alam, tokoh, dan negeri Indonesia.

Baca juga: Catatan Kenangan Kemah Bareng di Pantai Grigak

Inisiatif awal program ini muncul dari Group WhatsApp Komunitas Relawan Grigak yang mempertemukan anggota Komunitas Relawan Grigak dengan Orang Muda Katolik di lahan Camping Ground Pantai Grigak.

Agendanya adalah berdiskusi tentang wujud kerja sama dalam bidang pendidikan ekologi untuk menanggapi seruan Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si tentang Bumi sebagai Rumah Kita Bersama.

Pertobatan ekologi yang ditawarkan Gereja diupayakan secara khusus melalui kegiatan belajar bareng di alam Grigak.

Wujud kolaborasi berupa tiga program: Kemah Bareng, Belajar Ekologi Bareng, dan Live-in Bareng.

Kemah Bareng di Grigak bertujuan untuk mengenal semangat Rama Mangun dan pertobatan ekologi.

Kemah Bareng di Grigak menjadi gambaran desain Belajar Ekologi Bareng di Kawasan Eco-Camp Mangun Karsa Pantai Grigak.

Live-in Bareng di Wilayah Panggang dan Kawasan Eco-Camp Mangun Karsa Pantai Grigak bertujuan untuk bertransformasi menjadi pribadi berkarakter ekologis yang terpesona kepada alam, tokoh, dan negeri Indonesia.

Kemah di Rumah Grigak ini melibatkan Perkumpulan Eco Camp Mangun Karsa, Anggota Komunitas Relawan Grigak, Adik-adik Padukuhan Karang, Adik-adik Sekolah Minggu, Orang Muda Katolik dan umat wilayah Panggang Paroki Santo Yusuf Bandung, Gunungkidul.

Misa Pengukuhan Kolaborasi Baru

Rangkaian kegiatan Kemah Bareng ini diisi dengan Misa Kudus di alam terbuka.

Umat Katolik wilayah Panggang Paroki Santo Yusuf Bangun, Gunungkidul sudah berdatangan ke Kawasan Eco-Camp Mangun Karsa untuk merayakan Misa Hari Minggu Biasa XVIII pada Minggu (31/7/2022).

Perayaan Misa ini istimewa karena beralaskan tanah, berdindingkan batu-batu karst laut selatan Jawa, serta beratapkan rindangnya pohon-pohon pule (Alstonia scholaris) dan akasia formis (Acacia auriculiformis).

Dalam Kalender Jawa, tanggal 31 Juli 2022 memiliki pasaran Pon, wuku Tambir, dan Minggu Pon sebagai wetonnya. Secara khusus, masa wuku Tambir (dalam ilmu Primbon) adalah waktu yang tepat untuk menanam padi, memperbaiki rumah atau pekarangan.

Misa pengukuhan kolaborasi Komunitas Relawan Grigak dengan Orang Muda Katolik Wilayah Panggang, Paroki Santo Yusuf Bandung, Gunungkidul.

Perayaan Misa yang dipimpin oleh Romo Paulus Wiryono, SJ ini mengukuhkan kolaborasi Komunitas Relawan Grigak dengan Orang Muda Katolik sebagai pasukan muda yang tergerak untuk menyelimuti Ibu Pertiwi melalui persahabatan dengan alam Grigak yang didesain dalam konsep belajar Rama Mangun yang mengintegrasikan eksplorasi, kreasi, dan integrasi keanekaragaman hayati di Grigak.

Tujuan dan Manfaat

Kemah Bareng di Grigak mempunyai dua tujuan, yakni mengenal semangat Rama Mangun di Grigak, dan mengembangkan konsep pendidikan Rama Mangun melalui Belajar Ekologi Bareng di Kawasan Eco-Camp Mangun Karsa.

Generasi Z-Alpha: Tergerak untuk mengenal semangat Rama Mangun sebagai konseptor pendidikan alternatif berbasis ekologi bagi anak. Generasi Z-Alpa akan tergerak untuk menyadari krisis iklim global yang meliputi bumi sebagai rumah kita bersama.

Komunitas Relawan Grigak dan Orang Muda Katolik: Tergerak untuk belajar berkolaborasi dengan komunitas lain serta mendesain wujud kerja sama dalam bidang pendidikan alternatif berbasis ekologi melalui Kemah Bareng di Kawasan Eco-Camp Mangun Karsa Pantai Grigak.

Perkumpulan Eco-Camp Mangun Karsa: Mendapat gambaran peluang kerja sama dengan aneka pihak yang mendukung konsep Eco-Camp, yaitu membangun rumah penguatan karakter anak berorientasi ekologi atau lingkungan hidup.

Umat di Kabupaten Gunungkidul: Sebagai anak-anak Ibu Pertiwi yang tinggal di rumah yang sama, umat paroki se-Kabupaten Gunungkidul tergerak untuk menjaga alam melalui pendidikan ekologi yang dapat dimulai dari rumah masing-masing bersama anak-anak.

Bagi Pendidik dan Peneliti: Mendapatkan gambaran dan mengembangkan model pendidikan berbasis ekologi bagi anak-anak melalui program Kemah Bareng dan Live-in Bareng.**

Kontributor: Kornelis Mauk, Relawan Komunitas Grigak, Yogyakarta

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.