Uskup Timika Mgr. Bernard Mengenang Jasa Gurunya di SMP Don Bosco Fakfak

0 12

Fakfak, Katolikana.com — Uskup Keuskupan Timika, Bernardus Bofitwos Baru, memberikan perhatian kepada para guru yang menghayati panggilan pendidikan sebagai pelayanan kepada sesama yang telah melahirkan generasi cerdas bagi masa depan. Hal itu disampaikannya untuk para gurunya, kala ia belajar di SMP Don Bosco Fakfak, saat memimpin Misa Harian di Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak pada Jumat (22/5/2026).

Misa tersebut dipandu oleh siswa-siswi SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Dalam khotbahnya, Mgr. Bernardus yang juga alumni SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak mengenang masa-masa pendidikannya di kota pala itu sekaligus menyampaikan penghormatan kepada para guru yang pernah mendidiknya.

Uskup kelahiran Dusun Bakrabiy, Desa Suswa, Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, 22 Agustus 1969 itu mengisahkan perjalanan hidupnya sejak menempuh pendidikan dasar di SD YPPK Suswa hingga melanjutkan studi ke SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak pada Juni 1984.

Uskup Timika Mgr. Bernard, seperti yang dilaporkan oleh Tim Dokumentasi Panitia Perayaan 132 Tahun Misi Katolik Papua kepada Katolikana.com, mengungkapkan peran guru-guru yang besar dalam mendidik generasi muda. Ia mengakui pendidikan yang diterimanya dari para guru, berjasa bagi dirinya dan generasi selanjutnya.

“Guru-guru kami dahulu adalah gembala sejati. Mereka mendidik dengan cinta, pengorbanan, dan komitmen. Kami bisa menjadi seperti sekarang ini karena dibentuk oleh mereka,” ujar Mgr. Bernard.

Ia mengenang sejumlah guru yang pernah membimbingnya, seperti Ibu Meri, Pak Kilmas, Pak Horok, hingga Pak Ndandarmana, guru olahraga yang menurutnya memiliki cara sederhana namun bermakna dalam membangun semangat murid-murid Papua.

Uskup Timika Mgr. Bernard di halaman Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak pada Jumat (22/5/2026). Foto: Dokumentasi Panitia Misi Katolik Papua/Katolikana.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, iman, disiplin, dan cinta kasih. Ia menyebut tugas mengajar sebagai bagian dari “magisterium”, yakni perutusan untuk mengajar kehidupan dan nilai-nilai iman.

“Sesungguhnya murid-murid lebih mengingat cara guru mendidik daripada isi pelajaran itu sendiri. Ilmu bisa terlupakan, tetapi kasih, perhatian, dan teladan guru akan tinggal dalam hati sepanjang hidup,” katanya.

Mgr. Bernard juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini, terutama berkurangnya semangat pengabdian di kalangan tenaga pendidik. Ia mengaku prihatin karena masih ada guru yang tidak lagi menjalankan tugas sebagai panggilan pelayanan, khususnya di wilayah pedalaman Papua.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan dedikasi para guru terdahulu yang rela meninggalkan kampung halaman demi mengabdi di daerah terpencil, bahkan menetap hingga akhir hayat mereka.

“Banyak guru dari Fakfak datang mengabdi di pedalaman Maybrat. Mereka mencintai tugas perutusan mereka dan rela berkorban demi pelayanan,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa tugas penggembalaan harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat kecil, mereka yang sakit, tertindas, dan kehilangan hak-haknya. Menurutnya, semangat pelayanan harus dimiliki semua pihak, mulai dari guru, orang tua, pastor, hingga pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Mgr. Bernar juga mengajak generasi muda untuk melihat profesi guru sebagai panggilan hidup, bukan sekadar pekerjaan untuk mencari penghasilan.

“Kita berdoa semoga Tuhan membangkitkan anak-anak muda yang sungguh terpanggil menjadi guru, bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi menjalankan perutusan,” katanya.

Menutup khotbahnya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, atas dedikasi mereka dalam membentuk generasi Papua.

“Kiranya Tuhan memberkati semua guru dan orang tua yang dengan penuh cinta menjalankan tugas pengabdian demi Gereja, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.