Tinggal pada pokok anggur yang diajarkan Yesus dalam Yohanes 15:1-8, berarti menjalin hubungan yang erat, berkesinambungan, dan tergantung sepenuhnya pada Yesus.
Damai sejati identik dengan kehadiran Roh Kudus yang membakar jiwa dengan kasih, sekaligus memberinya ketenangan mendalam yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.
Perikop Injil Yohanes yang kita baca hari ini mengajarkan beberapa hal yang merupakan satu rangkaian, yakni kasih, ketaatan, pernyataan diri dan kehadiran Allah, serta peran Roh Kudus.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku; Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku. Aku memberi mereka kehidupan kekal dan mereka tidak akan binasa" (Yohanes 10: 27-28).