Virtual Choir Katolik Garis Lucu Rilis Project Idulfitri “Medley Lebaran”

Menghidupkan toleransi dengan lagu

0 48

Virtual Choir Katolik Garis Lucu kembali mengeluarkan project Idulfitri yang dirilis pada12 Mei 2021, tepat pada malam takbiran. Project Idulfitri kali ini menggandeng Henri Yulianto seorang arranger terkenal di Indonesia sebagai tata suara dalam project ini.

Koordinator Virtual Choir Katolik Garis Lucu Cia Seputro menuturkan kepada Katolikana.com pada Rabu (12/5/2021) bahwa tahun ini merupakan tahun kedua project Idulfitri dibuat. Namun, jika tahun 2020 lalu semua personilnya adalah teman-teman Katolik Garis Lucu yang beragama Katolik. Maka tahun ini ada perbedaan, di mana personil virtual choirnya berasal dari berbagai agama.

Dalam project ini personil Virtual Choir Katolik Garis Lucu yang beranggotakan 80 orang menyanyikan satu nyanyian utuh yang terdiri dari 2 lagu medley yakni “Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya” karya Bimbo dan  “Lebaran” karya Dhea Ananda.

Cia Septro mengatakan project kali ini ia sebut project ‘Rorojonggrang’. Situasi pandemi dan keterbatasan waktu tak menjadi kendala dan tidak membuat partisipan Virtual Choir dan orang-orang yang berada dalam dapur produksi bersikap pesimis.

“Project ini sebenarnya project Rorojonggrang karena total semuanya itu nggak sampai 2 minggu. Dari mulai pembuatan lagu, partitur, aransemen musik, abis itu kita lempar ke temen-temen yang berpartisipasi. Mereka latihan sendiri-sendiri tapi mereka sudah kita sediakan guide musik dan guide vokalnya. Mereka hanya tinggal ikutin aja. Seperti karoke gitulah,” Ujar Cia.

Kemudian, kata Cia, mereka punya waktu seminggu untuk mengumpulkan materi audio, suara, dan videonya. Lalu seminggu kemudian kami mulai mixing audionya dan editing videonya. Beres prosesnya baru jadi pagi ini, untuk pukul 18.00 nanti tayang.

Project yang dibuat oleh Katolik Garis Lucu ini pun mempunyai tujuan khusus, yakni untuk bersilahturahmi melalui lagu. Dalam project ini pun ada pesan khusus yang ingin disampaikan. Dari awal Virtual Choir Katolik Garis Lucu dibuat untuk menggaungkan toleransi dan mempererat persatuan bangsa.

Sejumlah project sudah dirilis oleh Virtual Choir Katolik Garis Lucu, diantaranya project Sumpah Pemuda, Ya Lal Wathon, Malam Tahun Baru membawakan lagu Negeri di Awan, Dangdut is the Music of My Country, project medleynya Didi Kempot, dan yang keenam adalah project Idulfitri.

 

Merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 H, Virtual Choir Komunitas Katolik Garis Lucu mempersembahkan lagu bertajuk “Medley Lebaran”. (Foto: Screenchoot Youtube Katolik Garis Lucu/Katolikana)

 

Lantas kenapa dibuat juga project Idulfitri ini? Hal itu dikarenakan teman-teman Kristiani juga ingin berbagi kebahagiaan dengan teman-teman muslimin dan muslimah untuk berbagi kesenangan di hari kemenangan.

Karena kondisinya sekarang sedang pandemi, maka disampaikannya melalui lagu dan disiarkan di channel Youtube Katolik Garis Luci,  sehingga dapat menjangkau siapa saja yang mendengarnya. Pada akhirnya semoga dapat sampai maknanya bahwa teman-teman dari Kristiani (Katolik dan Kristen) juga ikut merasakan kegembiraan teman-teman muslim yang merayakan hari raya.

Cia Seputro pun sempat berpikir mengurungkan niat project Idulfitri di tahun ini karena pada 4 Mei Virtual Choir Katolik Garis Lucu baru membuat project ambyar, medley lagu-lagu Didi Kempot. Akan tetapi berkat dorongan dan mandat dari semua partisipan virtual choir dan teman-teman di Katolik Garis Lucu, akhirnya project ini diproduksi juga.

Proses produksinya pun tidak mencapai sebulan, hanya beberapa minggu saja. Dimulai pada 17 April 2021. Lalu pada 20 April hingga 2 Mei 2021 semua partisipan harus mengumpulkan materi berupa audio dan video.

Walau dibuat dengan waktu singkat project ini berhasil diselesaikan dengan hasil yang simpel namun meriah. “Benar-benar membutuhkan kemampuan untuk mempelajari dengan waktu yang cepat dari semua partisipan yang terlibat dalam project  kali ini,” ujar Cia.

Pesertanya yang berjumlah sekitar 200 orang yang ada di grup partisipan, hanya 80 orang yang terlibat. Semua yang terlibat merupakan orang-orang yang memang sudah tergabung sejak project pertama kali, yakni Sumpah Pemuda.

 

Merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 H, Virtual Choir Komunitas Katolik Garis Lucu mempersembahkan lagu bertajuk “Medley Lebaran”. Anak-anak juga dilibatkan dalam project ini.(Foto: Screenchoot Youtube Katolik Garis Lucu/Katolikana)

 

Tidak ada alasan khusus terbentuknya virtual choir ini selain untuk menggaungkan toleransi dan dan mempererat persatuan bangsa. Tergerak dari peristiwa pada bulan September 2020 di mana ramai di sosial media adanya penutupan rumah ibadah Kristiani oleh orang-orang intoleransi.

“Kami sadar bahwa pelakunya itu adalah segelintir oknum-oknum saja. Hanya saja corong mereka besar, jadi terkesan gemanya lebih luas,” ujar Cia.

Tahun lalu, kata Cia,  kami tergerak untuk membuatVirtual Choir Katolik Garis Lucu mengajak teman-teman follower Katolik Garis Lucu di Twitter seperti Kristen Garis Lucu, HKBP Garis Lucu, NU Garis Lucu, Gusdurian, Hindu Garis Lucu, Agnostik Garis Lucu, Budha Garis Lucu, Konghucu Garis Lucu.

“Pokoknya semua kami ajak untuk yuk kita sama-sama punya toleransi kan, yuk kita nyanyi sama-sama supaya suara-suara yang toleran ini lebih terdengar dari mereka yang intoleran,” ungkap Cia Seputro.

Kontributor: Agatha Sita Rasihanuri

Editor: Basilius Triharyanto

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.